RSS

Risk and Return

03 Oct

Those who push the brake all the time will probably finish the race safely, but they definitely won’t win the race”  # Anderson on Risk and Return

Sebelum mulai membalap, kru tim Ferrari memeriksa semua kelengkapan mobil balap F1 yang akan dipakai oleh Michael Schumacher. Pedal gas, tombol persneling, rem dan berbagai panel rumit lainnya. Aspek keselamatan adalah prioritas, meskipun kecepatan adalah yang paling utama. Ketika sudah dijalur pacu, Schumacher pun menganut prinsip yang sama. Keselamatan adalah prioritas, yang diimplementasikan dengan mengerem pada tikungan-tikungan berbahaya. Namun, untuk menjadi pemenang, kecepatanlah yang paling utama. Kebanyakan menginjak rem mungkin akan mengantarkan Schumacher mencapai finish dengan selamat. Namun hampir pasti itu tak akan membuatnya menjadi juara.

Dalam bisnis perbankan, terutama dibagian kredit, masalah risk and return ini dianalogikan dengan menginjak gas dan rem dalam balap mobil.  Unit bisnis yang mencari calon nasabah, memproses dan mencairkan kredit ibarat kaki yang menginjak gas.  Unit risiko yang memberikan rambu-rambu, early warning sign dan potensi masalah dari pemberian kredit ibarat kaki yang menginjak rem.

Semakin dalam menginjak gas dan semakin jarang menginjak rem, kemungkinan menjadi pemenang akan semakin besar, meskipun risiko kecelakaan fatal menjadi lebih tinggi. Dalam pemberian kredit, makin banyak kredit dikucurkan, dan makin longgar rambu-rambu yang ditetapkan (kadang disebut ‘lebih fleksibel’ terhadap aturan) maka return berupa pendapatan bunga akan semakin tinggi. Risikonya adalah, prediksi unit bisnis meleset sehingga terjadilah ‘kecelakaan’ berupa kredit macet. Sebaliknya, kebanyakan menginjak rem akan membuat akselerasi mobil jadi rendah, dan kecil kemungkinan untuk memenangkan balapan. Sisi positifnya, kemungkinan terjadi kecelakaan relatif kecil.

Pembalap profesional berpengalaman seperti Schumacher tahu persis kapan harus menginjak gas sampai pol dan kapan harus mengerem, sehingga kerap menjadi juara dunia balap F1 dan sangat jarang mengalami kecelakaan. Seorang bankir, atau profesi lain yang selalu harus memilih keseimbangan antara risk and return, juga harus dapat menentukan porsi yang tepat antara ngegas dan ngerem supaya bisa menjadi pemenang dan terhindar dari kecelakaan fatal.

 
9 Comments

Posted by on October 3, 2011 in Hikayat Rentenir

 

9 responses to “Risk and Return

  1. Rumah

    October 3, 2011 at 2:10 pm

    maksih untuk infonya🙂

     
  2. DV

    October 4, 2011 at 11:31 am

    Satu hal yang terlalu kusuka dari ilmu-ilmu ‘sosial’… batas resiko dan terjatuhnya itu nggak tentu.. kalo IT dan science kan kadang lebih jelas, kalo ngga 0 ya 1 kalo ngga 1 ya 0 :))

    Hehehe… bener, Bro. Ilmu sosial selalu berlindung dibalik asumsi dan disclaimer😛

     
  3. Ceritaeka

    October 8, 2011 at 7:25 am

    Hmmm berlaku juga dalam kehidupan ya da🙂
    Harus tau kapan maju dan stop sebentar…

    *sebel kalo pas balapan, biasanya dicuekin suami, eh curcol*
    Haha

    Yoi… hidup juga tentang keseimbangan antara risiko yang diambil dengan manfaat yang diperoleh..

     
  4. vizon

    October 18, 2011 at 2:29 pm

    Seseorang yang menghayati profesinya dengan baik, akan memiliki “indera keenam”. Sehingga dia tahu apa dan bagaimana harus bertindak..

    Analoginya mantap bener…🙂

    Mudah-mudahan “indera keenam” itu benar-benar ada, Da… 🙂

     
  5. QBEN

    October 21, 2011 at 8:00 am

    Mobil F1 enak bro, gas pol masi dikisaran sirkuit dengan lingkungan yang aman untuk meredam kecelakaan fatal coz dah ada gravel, bantalan ban.
    Kalo bisnis dan kredit itu seperti jalan raya, lo ga akan tahu kapan kucing nyebrang atau orang gila py SIM lagi ngebut ugal-ugalan juga.
    So drive safely and fasten your seatbelt.

    Mungkin lebih tepatnya, seperti balapan dijalan raya ya, Bro.. Kamu ingin memenangkan balapan, tapi tetap harus memperhitungkan risiko nabrak mobil lain, ngelindas kucing nyebrang atau diserempet pengemudi ugal-ugalan. Thanks for the insight. I think I know you…😛

     
  6. Asop

    October 21, 2011 at 7:31 pm

    Hey, saya jadi mengerti sedikit tentang perbankan kredit.:mrgreen:

     
  7. Dokter Anak

    October 27, 2011 at 11:51 am

    haii…salam kenal…bagus artikel anda…thanx

     
  8. edratna

    December 29, 2011 at 12:09 pm

    Tulisan menarik…tentang analisis risk and return dengan gaya yang mudah dibaca awam…sungguh ini merupakan hal yang sulit.
    Risk and return…..kita kenal juga high risk high return…bagaimana kita menginvestasikan sesuatu yang imbal hasilnya tinggi, namun risiko nya juga akan tinggi.
    Konsep yang memadukan agar risk and return berhasil baik, menggunakan manajemen risiko….agar antara gas dan rem nya seimbang.

    Makasih bu Eni… tulisan saya belum ada apa-apanya dibandingkan tulisan2 Bu Eni selama ini… Happy New Year, Bu…

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: