RSS

Category Archives: Serius Tapi Santai

Momentum

Sepotong cerita di bulan Ramadhan yang baru lalu. Sekedar pengingat untuk memotivasi diri dalam bekerja.

Alif,  anak gue berusia menjelang 4 tahun yang udah mulai tengil mendadak minta ikut sholat taraweh ke mesjid. Karena waktunya taraweh masih sekitar 1 jam lagi, gue ajak Alif melakukan beberapa hal kecil seperti memilih baju koko, menyiapkan sajadah sampai menentukan sandal yang akan dibawa ke mesjid. Tiba waktunya berangkat ke mesjid, Alif udah berubah moodnya dan kembali nggak mau diajak pergi taraweh dan lebih memilih kegiatan lainnya, main mobil-mobilan. Bisa disimpulkan gue udah kehilangan momentum ketika Alif dengan antusias mau pergi taraweh. Mungkin lebih baik gue langsung berangkat ke mesjid ketika tadi Alif sedang bersemangat.

Read the rest of this entry »

Advertisements
 
1 Comment

Posted by on September 28, 2011 in Serius Tapi Santai

 

Insiden Bendera

Masih ingat dengan Insiden Bendera tanggal 19 September 1945? Insiden perobekan bendera Belanda sehingga hanya menyisakan warna merah dan putih di Hotel Yamato, Surabaya itu menjadi penggalan sejarah heroik bangsa Indonesia. Insiden itu merupakan rentetan awal dari berbagai insiden lain dengan kompeni yang mencapai titik puncak pada tanggal 10 Nopember 1945, yang belakangan dikenang sebagai Hari Pahlawan.

Insiden bendera versi lain yang saya ceritakan disini sungguh kalah heroik dibanding aksi di Hotel Yamato hampir 65 tahun yang silam. Tapi buat saya kejadian ini cukup menggugah semangat kebangsaan (cieeh…). Begini ceritanya… Read the rest of this entry »

 
8 Comments

Posted by on August 17, 2010 in Serius Tapi Santai

 

Kamu Adalah Marketer

Seorang teman lama saya berkunjung kekantor minggu lalu. Lantaran udah lama nggak ketemu, pembicaraan pun mengalir ngalor ngidul layaknya reuni kecil-kecilan. Setelah seperempat jam berlalu, teman ini kemudian mengutarakan tujuan utamanya mau ketemu saya. Ia ingin membeli rumah di Pekanbaru dengan cara Overkredit dari teman kantornya. Karena dia tahu saya kerja di bank, dia ingin minta pendapat saya soal KPR dan kemungkinan untuk ngambil KPR di bank tempat saya bekerja.

Oalah…unit tempat saya bekerja sebenarnya khusus untuk memproses kredit komersil alias kredit untuk modal kerja/ investasi perusahaan skala menengah-besar. Kredit untuk industri rumah tangga, KPR, kredit pemilikan mobil, kredit tanpa agunan semuanya dipusatkan di unit tersendiri yang lokasi gedungnya berbeda. Jadi, karena tak berkecimpung langsung menangani nasabah segmen ini, teknis detil pemberian KPR ini tak sepenuhnya saya kuasai. Tak urung saya jelaskan juga semampunya sambil ngasih tahu kalau permohonan KPR diprosesnya di unit lain. Read the rest of this entry »

 
20 Comments

Posted by on December 21, 2009 in Serius Tapi Santai

 

Tags: , , ,

Hikayat Rentenir

Alkisah di Desa Sukademo, negeri antah berantah, seorang rentenir bernama Paijo sedang gundah. Ia baru saja di-non aktifkan dari jabatannya sebagai wakil ketua rentenir sektor Pasar Baru dan dengan demikian berstatus Rentenir Menunggu Penempatan alias non-job. Keputusan ini diambil oleh Bang Beni, sang Koordinator Rentenir di kantor pusat karena Paijo dinilai telah lalai dalam proses pemberian hutang kepada Ahong, pengrajin sendal kulit di Desa Sukademo. Hutang yang diberikan belakangan menjadi macet karena konfik rumahtangga si Ahong yang merembet ke bisnisnya. Paijo dianggap merugikan Bu Pertiwi, pemodal yang selama ini mendanai bisnis rentenir Bang Beni. Bu Pertiwi adalah Kepala Desa Sukademo, yang dengan demikian memiliki kekuasaan yang legitimate di desa itu. Konon kabarnya, kalau Paijo kemudian dianggap mendapat keuntungan pribadi dari proses pemberian hutang kepada si Ahong, maka masalahnya akan bergeser dari masalah administratif ke ranah hukum pidana mengacu pada UU Anti Korupsi. Ciloko.

Read the rest of this entry »

 
18 Comments

Posted by on November 2, 2009 in Serius Tapi Santai

 

Tags: , , , , , ,

Prospek Pembiayaan Kopi Luwak

Anda penggemar kopi? Kopi apa yang biasa anda minum? Kopi Aceh kah? Kopi Lampung kah? Atau kopi Starbuck (halah…ini mah bukan salah satu jenis kopi..euy). Nah, adalagi salah satu jenis kopi asal Indonesia yang sangat terkenal yaitu kopi Luwak. Konon kopi ini merupakan salah satu yang termahal di dunia, dengan harga mencapai US$ 50 – US$ 250 atau Rp 500.000 – Rp 2.500.000 per kilogram biji kopi *sigh* Nah, sebagai bankir, bisnis yang mengundang duit ini pastilah mengundang minat gue untuk menganalisa prospek pembiayaannya 😀

Read the rest of this entry »

 
28 Comments

Posted by on October 20, 2009 in Serius Tapi Santai

 

The Man Behind the Gun

gunSeorang kawan menawari gue satu paket raket tenis terdiri dari 2 buah raket merk Babolat lengkap dengan tasnya. Raket seken dengan kondisi 90% (halah, dah kayak iklan mobil di Pos Kota ajah…) itu dulu dibelinya di Singapura. Konon Rafael Nadal adalah pemakai setia raket merk ini. Gue pun langsung membayangkan gimana gaya gue masuk lapangan tenis dengan ikat kepala, rambut sedikit gondrong dan menenteng tas besar berisi raket-raket tenis. Benar-benar terlihat seperti petenis top yang berambisi meraih gelar Grand Slam pertamanya.

Namun banderol harga yang diberikan teman gue membuat bayangan petenis top tadi menguap dan gelar juara langsung gue serahkan ke Roger Federer. Rasanya belum layak gue menghabiskan hampir setengah bulan gaji untuk sebuah penampilan ala Rafael Nadal.

Gue segera teringat dengan kata-kata orang bijak: “sebenarnya kunci utama untuk meraih kemenangan dalam suatu peperangan bukan terletak pada senjata yang paling mematikan, tapi bagaimana kamu bisa memanfaatkan senjata yang ada untuk menghabisi lawan-lawan” Kalau bahasa kampung gue, It depends on The Man Behind the Gun. Read the rest of this entry »

 
24 Comments

Posted by on August 4, 2009 in Serius Tapi Santai

 

Sistem Penilaian Kinerja

Sewaktu gue masih kuliah di salah satu kampus plat merah di Padang, ada salah seorang dosen pengajar mata kuliah Teori Akuntansi yang sangat old fashioned (…hmmm…padahal masa itu adalah pertengahan tahun 90an, gimana jadulnya ya?:-D) Gue ngga bermaksud mengomentari cara berpakaiannya karena cara mengajarnya lah yang old fashioned. Umurnya sudah lebih dari setengah abad. Mengajar akuntansi sejak mata kuliah itu masih bernama Tata Buku. Pola mengajarnya satu arah, tidak komunikatif dan tidak melibatkan mahasiswa untuk terlibat aktif dalam diskusi. Ia akan terus berbicara sampai topik bahasannya yang direncanakan pada sesi itu selesai, dan diakhiri dengan pertanyaan,” Ada yang belum paham dan ingin ditanyakan?”. Tapi ada satu hal yang justru dimasa itu dianggap sebagai sesuatu yang masih baru dan belum lazim digunakan dikalangan akademisi yaitu sistem penilaiannya. Read the rest of this entry »

 
15 Comments

Posted by on July 29, 2009 in Serius Tapi Santai