RSS

Yang Muda Yang Berprestasi

16 May

Logo UI

Tahun ini genap sepuluh tahun sudah gue melepas status full time student dan mulai menjadi full time employee (tentunya diselingi dengan beberapa bulan menjadi full time unemployed:-)) Usia pun sudah beberapa tahun menginjak kepala tiga. Gue merasa karir gue ngga jelek-jelek amat walopun sempat banting stir dari auditor jadi bankir, yang artinya mulai belajar dari awal lagi. Tapi terkadang (ingat: “terkadang” lho…) dalam beberapa kesempatan bertemu teman-teman lama, atau dalam pergaulan dengan sejawat seinstitusi gue sempat juga mempertanyakan didalam hati, apa iya karir gue emang harus seperti ini? Apa ngga seharusnya pencapaian gue lebih dari ini. Liat si A, dulu teman seperjuangan dikampus gue, sekarang dah jadi manajer regional sebuah bank asing di Jakarta. Atau Si B, adik angkatan yang dulu abis-abisan gue plonco waktu penerimaan mahasiswa baru. Sekarang dia dah jadi dosen penting di Univ. Andalas dan sedang menyelesaikan disertasi S3 nya, luar negeri punya lagi.. *glodok style* “Ah… Itu kan rejeki masing-masing orang, Son…” begitu yang selalu gue katakan kepada diri gue sendiri.

Minggu lalu, saat membaca harian Kompas sambil menyeruput kopi panas disuatu sore nan cerah(halah…ngga penting), lagi-lagi gue kepikiran soal cepat atau lambatnya karir seseorang. Penyebabnya karna gue abis baca profil Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia yang baru, Dr. Firmanzah. Gimana enggak, lha wong bapak yang satu ini usianya baru 33 tahun, masuk kuliah S1 tahun 1994. Kalau kita berhenti membaca sampai disana, maka dengan gagah gue akan bilang, curriculum vitae Dr. Firmanzah ini sama ama gue. Tapi kalo diterusin CV nya, gue menganalogikannya ibarat 2 orang atlet lomba lari yang  start di garis yang sama. Kemudian ternyata doi adalah atlet lari sprint dan gue atlet marathon. Kuliah S2 aja ampe dua kali dijalaninya, satu kali di UI, satunya lagi di Perancis. Kuliah S3 nya pun di Perancis. Wow….cukup… gue minta sodara-sodara jangan membanding-bandingkan lagi antara Dr. Firmanzah dan gue:-) Gue angkat jempol untuk Dr. Firmanzah, karna bisa menjadi dekan FEUI, salah satu institusi pendidikan keramat di Indonesia yang kerap dituding sebagai pencetak bibit-bibit Mafia Berkeley dengan paham Neo-Liberlalisme yang dianutnya.

Ngga seperti biasanya, walopun udah kembali mengeluarkan kata-kata keramat: “Ah… Itu kan rejeki masing-masing orang, Son…”, kali ini gue menambahkan dengan satu pemikiran lagi. Enggak mungkin ini hanya sekedar rejeki masing-masing orang. Orang-orang yang sukses di usia muda itu pasti punya keinginan untuk maju yang sangat kuat, semangat untuk belajar yang tinggi, sikap pantang menyerah dan pintar menyiasati peluang. Faktor keberuntungan mungkin ada, tapi itu bukan yang utama. Gue yakin mereka bukan orang-orang yang hanya menunggu keberuntungan untuk merubah nasibnya, meningkatkan karirnya dan mengangkat derajat hidupnya. Paragraf terakhir ini gue tulis bukan merupakan bentuk kufur nikmat (tidak bersyukur atas nikmat) bagi gue. Ini gue jadikan lecutan bagi diri gue sendiri, dan mungkin juga sodara-sodara, supaya terus berusaha maksimal untuk selalu mencapai sukses yang lebih tinggi lagi. Gue takut, kalimat: “Ah… Itu kan rejeki masing-masing orang, Son…” justru gue jadikan tameng untuk bermalas-malasan dan terus menunggu keberuntungan gue. Kalau disalah satu kesempatan, usaha yang gue lakukan mentok, barulah gue lega mengucapkan: “Ah… emang belum rejekimu, Son…”

Apakah menurut anda para pembaca blog Soyjoy, sikap gue ini pertanda gue ngga mensyukuri nikmat yang ada sekarang?

 
21 Comments

Posted by on May 16, 2009 in Serius Tapi Santai

 

21 responses to “Yang Muda Yang Berprestasi

  1. DV

    May 18, 2009 at 12:33 am

    Terlepas dari mensyukuri atau tidak, hidup ini memang harus berjalan pada relnya dan masing-masing dari kita sudah mendapatkan baju yang pas bagi kita masing-masing.

    Saya ndak pernah membayangkan bisa jadi pilot yang kaya raya seperti teman lama saya, karena wah jangankan pilot yang nyetir pesawat, saya nyetir mobil aja sering keserempet-serempet..:)

    Ndak juga sering terlalu membayangkan jadi artis seperti teman SMA saya, karena.. walah jangankan jadi artis, jadi orang biasa aja penggemar saya banyak bener huahuahuahua🙂

     
    • soyjoy76

      May 18, 2009 at 1:10 am

      wakaka…apalagi kalo membayangkan David Beckham yang hampir seusia saya, tapi kekayaannya alahmaak..bagai bumi dan langit:-p

       
      • Yari NK

        May 19, 2009 at 11:22 pm

        Kenapa orang Indonesia selalu membandingkan kekayaan?? Bagaimana dengan prestasi?? Apakah prestasi kita sudah sama dengan prestasi Beckham?? Andaikan belumpun…. setidak2nya kita melihat dengan parameter prestasi bukan dengan parameter kekayaan, di bidang masing2 tentu saja. Ingat, prestasi tidak harus berbanding lurus dengan kekayaan. Jikalau prestasi hanya dilihat dari kekayaan, maka seorang guru hampir pasti ia tidak akan pernah berprestasi….😦

         
  2. vizon

    May 19, 2009 at 2:00 am

    “lihatlah ke atas, untuk jadi pelecut…
    lihatlah ke bawah, untuk jadi pensyukur…”

    janganlah terlalu sering melihat kesuksesan orang, karena itu akan membuat hati kita menggumpal. padahal, masih banyak orang2 sebaya kita, bahkan sahabat kita sendiri, yg belum seberuntung kita…

    so, bersyukurlah, dan teruslah bersemangat untuk meraih capaian tertinggi dari cita-cita kita…🙂

     
    • soyjoy76

      May 20, 2009 at 2:18 am

      ya, semua asal sesuai takarannya akan jadi lebih baik. Melihat kesuksesan orang sebagai pelecut semangat aku rasa ngga masalaha. Tapi lihat juga orang-orang yang kurang beruntung sebagai pelecut rasa bersyukur. Makasih insight-nya Uda…

       
  3. Iman Brotoseno

    May 19, 2009 at 11:59 am

    pasti ada rahasia besar yang sampai sekarang belum bisa disimpulkan kenapa kita belum bisa menjadi someone, atau seseorang..Tapi itu ukurannya bagaimana ?
    Pasti suatu saat ada jawaban itu.

     
    • soyjoy76

      May 20, 2009 at 12:51 am

      Ya, benar mas… apa kita udah jadi someone atau belum ngga ada standardnya. Penetapan standar diri yang terlalu tinggi mungkin akan membuat kita jadi orang yang ngga bersyukur.

      Makasih kunjungannya, mas..

       
  4. Ade

    May 19, 2009 at 2:13 pm

    yang penting harus seimbang.. jangan terlalu ngoyo dan jangan pula terlalu santai..
    “Kejarlah duniamu seakan2 kau kan hidup selamanya dan beribadahlah seolah2 kau kan mati esok hari”

     
    • soyjoy76

      May 20, 2009 at 2:23 am

      yup… batua lo uni ko baliak..🙂

       
  5. Yari NK

    May 19, 2009 at 11:18 pm

    Untuk menjadi berprestasi, kita harus terus menerus menjadi ‘full-time student’, ingat! Belajar bukan hanya di ruangan kelas loh…😀

     
    • soyjoy76

      May 20, 2009 at 2:10 am

      Setuju mas…kata orang-orang bijak, belajar itu sepanjang hayat dikandung badan.

       
  6. boyin

    May 20, 2009 at 1:52 am

    lakukan yang terbaik aja..karena kadang2 porsi seseorang mendapatkan sesuatu karena kesempatan itu terbuka untuknya tapi belum tentu untuk orang lain.Ibarat balapan F1 tahun ini yang saya ingat perkataan seorang komentatornya sewaktu jensen buton jadi pemenang.”pada dasarnya semua pembalap ini mempunyai kemampuan yang bagus jika diberi kesempatan mendapatkan mobil yg baik”

     
  7. marshmallow

    May 20, 2009 at 9:23 am

    uda soyjoy, pernah ada olok-olok di kalangan taman-teman sekampus saat masih mahasiswa dulu, “yang penting bukan siapa yang lebih dulu tamat, tapi siapa yang lebih dulu kaya.” haha!

    terus-terang olok-olok itu ada benarnya, karena ternyata prestasi tak mesti membawa kekayaan, amenable dengan komentar mas yari. dan memang, we have our own lots in life, yang harus kita terima. tapi bukankah takdir itu selalu menjadi rahasia agar kita tak pernah berhenti berusaha memperoleh yang terbaik?

    terima kasih atas silaturrahimnya ke blog saya.

     
  8. arman

    May 21, 2009 at 4:52 pm

    wah saya juga sering berpikiran sama, bahkan udah pernah nulis tentang ini juga. udah kerja 10 th, tapi masih belum punya bawahan, sementara temen2 seangkatan udah pada punya bawahan semua. hehehehe. ya kadang jadi mikir… tapi yah semua itu diatur ama Yang Di Atas kan… kita udah harus bersyukur punya pekerjaan…🙂

    salam kenal btw…

     
  9. soyjoy76

    May 22, 2009 at 1:46 am

    @Boyin
    ya tetap ada standarnya, Bro. Kalo saya dikasih mobil balap McLaren Mercedes sekalipun dijamin ngga akan pernah juara F1🙂

    @marshmallow
    Ambo suko kalimat iko: “bukankah takdir itu selalu menjadi rahasia agar kita tak pernah berhenti berusaha memperoleh yang terbaik?” So wise..

    Mokasih silaturrahmi balik nyo, Uni..

    @Arman
    Salam kenal kembali, Bro. Makasih udah mampir ke blog gue. Segera meluncur ke ‘Life Begin At 30’

     
  10. Arman

    May 22, 2009 at 2:32 am

    udah saya link bro!🙂

     
  11. Catra

    May 22, 2009 at 4:44 am

    Hebat banget karir pak dekannya. Pasti pekerja keras nih. Kalo mas gimana nih? hehehe

     
  12. racheedus

    May 22, 2009 at 6:22 pm

    Mensyukuri apa yang ada bukan berarti lantas berpangku tangan dan berhenti bekerja keras untuk meraih yang lebih tinggi. Seperti kata Abdullah bin Amr, “Bekerjalah untuk duniamu seolah hidup selamanya dan beribadahlah untuk akhiratmu seolah mati esok hari.”

     
  13. Catra

    May 24, 2009 at 2:17 am

    mas, mana nih apdetannya? udah lebih seminggu nih blog nya dianggurin.:mrgreen:

     
    • soyjoy76

      June 2, 2009 at 2:24 pm

      Iya Cat…dah lama ngga update. Aku dipenjara selama 2 minggu ini, jadi ngga bisa update blog…ngga bisa blogwalking…pokoknya terpenjara lah. Ceritanya ada di postingan terbaru saya…

       
  14. www.abdul-hamid.com

    October 9, 2014 at 3:25 pm

    Wah tulisan lama yang selalu aktual ya. Senada sama apa yang beberapa hari lalu saya tulis, http://abdul-hamid.com/2014/10/06/membaca-profil-orang-lain/

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: