RSS

Monthly Archives: August 2009

Wimbledon Effect

wimbledon 2

Dari serangkaian turnamen tenis grand slam yang diadakan setiap tahunnya, Australia Open, French Open, Wimbledon dan US Open, Wimbledon memiliki catatan unik dibanding ketiga turnamen prestisius itu. Bukan karena turnamen di negeri David Beckham ini menggunakan lapangan rumput (please, jangan membayangkan rumput gajah dihalaman rumah saodara-sodara 😀 ). Bukan pula karena hadiah uang buat kampiunnya merupakan jumlah tertinggi dibanding yang lainnya. Fakta sejarah mencatat bahwa di turnamen Wimbledon yang sudah dimulai sejak tahun 1877 ini sudah lama sekali dikuasai oleh petenis-petenis asing. Terakhir kali petenis tunggal putra asal Inggris menjadi juara Wimbledon adalah tahun 1936! Masuk babak final pun dilakoni terakhir kali pada tahun 1938. Prestasi tunggal putri masih sedikit mendingan. Petenis putri asal Inggris yang terakhir kali jadi juara wimbledon adalah tahun 1977. Read the rest of this entry »

Advertisements
 
16 Comments

Posted by on August 14, 2009 in Macroeconomics for Dummies

 

The Hulk

Hulkmovie_3_1024Dalam dunia perkomikan, yang belakangan sering menjelma menjadi film Box Office, ada satu tokoh superhero yang cukup terkenal, The Hulk. Pertama kali muncul ditahun 1962 dalam komik terbitan Marvel Comics berjudul The Incredible Hulk, tokoh ini langsung merebut hati para penggemar cerita-cerita superhero sampai dijadikan serial tv (tahun 80-an) dan diangkat ke layar lebar (2003 dan 2008). Kalau menurut gue sih sebenarnya ini bukan film tentang superhero. Biasanya hero kan pahlawan, pembela kebenaran, suka menolong orang dan mencegah kejahatan. Lha, The Hulk ini malah kerjaanya bikin kerusakan, ngamuk-ngamuk sampai jadi buron polisi. Read the rest of this entry »

 
15 Comments

Posted by on August 7, 2009 in Santai

 

Tags: , , , ,

The Man Behind the Gun

gunSeorang kawan menawari gue satu paket raket tenis terdiri dari 2 buah raket merk Babolat lengkap dengan tasnya. Raket seken dengan kondisi 90% (halah, dah kayak iklan mobil di Pos Kota ajah…) itu dulu dibelinya di Singapura. Konon Rafael Nadal adalah pemakai setia raket merk ini. Gue pun langsung membayangkan gimana gaya gue masuk lapangan tenis dengan ikat kepala, rambut sedikit gondrong dan menenteng tas besar berisi raket-raket tenis. Benar-benar terlihat seperti petenis top yang berambisi meraih gelar Grand Slam pertamanya.

Namun banderol harga yang diberikan teman gue membuat bayangan petenis top tadi menguap dan gelar juara langsung gue serahkan ke Roger Federer. Rasanya belum layak gue menghabiskan hampir setengah bulan gaji untuk sebuah penampilan ala Rafael Nadal.

Gue segera teringat dengan kata-kata orang bijak: “sebenarnya kunci utama untuk meraih kemenangan dalam suatu peperangan bukan terletak pada senjata yang paling mematikan, tapi bagaimana kamu bisa memanfaatkan senjata yang ada untuk menghabisi lawan-lawan” Kalau bahasa kampung gue, It depends on The Man Behind the Gun. Read the rest of this entry »

 
24 Comments

Posted by on August 4, 2009 in Serius Tapi Santai