RSS

Suatu Siang di Lollipop

Hari itu adalah hari pertama Alif, si sulung, masuk sekolah TK-B di Jakarta. Gue mendaftarkan ke sekolah yang satu yayasan dengan ketika Alif masuk TK-A di Pekanbaru karena selain tambahan biayanya nggak terlalu memberatkan, kebetulan juga lokasinya searah dengan kantor gue. Biar Alifnya semangat, gue dan istri sepakat mengambil cuti 2 hari, untuk menemani hari-hari pertamanya di sekolah baru dan lingkungan baru.

Ternyata hari pertama sekolah cuma berlangsung sebentar, dan lebih merupakan acara seremonial. Matahari pun belum tegak lurus menyinari bumi Jakarta. Oleh karena itu, sepulang sekolah gue lalu mengajak Alif ke tempat bermain favoritnya, Lollipop Playland, arena bermain anak-anak indoor di sebuah pusat perbelanjaan di Arteri Pondok Indah. Berhubung masih relatif pagi, pengunjung pusat perbelanjaan itu belum terlalu ramai. Didalam Lollipop pun hanya terdapat beberapa anak-anak sedang bermain, sebagian besar didampingi babysitter nya. Gue? Oh, tentunya mendampingi langsung si Alif bermain, berlarian kesana kemari, memanjat tali, meluncur di perosotan balon raksasa, dan aneka kegiatan untuk melatih motorik kasar gue (halah…udah sepuh aja) Read the rest of this entry »

Advertisements
 
19 Comments

Posted by on August 13, 2012 in Santai

 

The Root of All Evil

Ya..ya.. itu memang judul salah satu lagu Dream Theater, yang konsernya gue tonton langsung minggu lalu di Ancol… *pamer* Tapi ini lagi ngomongin akar dari seluruh kejahatan (menurut gue) yaitu amarah. Lha, ngomongin amarah terus…kan udah kemarin di postingan yang ini?? Mengertilah kawan…hari-hari belakangan ini gue sering mendengar dan menyaksikan betapa amarah yang tak terkendali bisa berdampak buruk. Makanya gue bilang, amarah itu adalah akar dari segala kejahatan. Simak beberapa contoh berikut: Read the rest of this entry »

 
7 Comments

Posted by on May 2, 2012 in Santai

 

Angel and Demon

Gue berjalan tergesa-gesa menuju halte busway karena gerimis udah menunjukkan peningkatan intensitas menjadi hujan. Meski cepat, tapi tak secepat biasanya karena harus lebih hati-hati, trotoarnya licin. Menjelang tangga naik ke penyeberangan halte busway, gue melihat ibu tua pengemis yang sering gue jadiin ladang amal, berbagi sedikit rezeki. Karena udah cukup lama tak melihat ibu tua itu, gue mencabut dompet dan menarik selembar uang yang lebih besar dari yang biasanya gue berikan.

Nggak menunggu reaksi si Ibu tua, gue bergegas melanjutkan perjalanan melewati trotoar itu menuju halte busway. Tapi sebuah mobil yang berjalan terlalu kepinggir dengan cepat melindas genangan air dipinggir jalan sehingga airnya langsung muncrat mengenai sepatu gue (untung cuma sepatu..). “ANJ*NG…..!!!” teriak gue kesal. Tampaknya teriakan gue cukup kencang sehingga pejalan kaki lain dalam radius 5 meter dari gue semuanya menoleh, tak terkecuali si Ibu tua tadi. Mungkin semuanya sepakat berkata (didalam hati tentunya)…”galak banget nih orang..”

Ah… Angel and Demon in me switch places only in a split second…

 
9 Comments

Posted by on March 1, 2012 in Santai

 

Introducing: Kayla Khairunnisa

Aku ingin menulis tentang seorang perempuan yang tak pernah kuceritakan sebelumnya di blog ini. Seorang perempuan cantik. Matanya bulat besar dan sedikit sipit dikedua ujung yang mengarah ke telinga. Kulitnya putih bersih dengan rambut pendek tidak terlalu hitam. Ketika tersenyum matanya menyipit, sungguh menggemaskan. Aku mengenalnya setahun yang lalu, di Pekanbaru….. Read the rest of this entry »

 
5 Comments

Posted by on February 25, 2012 in Santai

 

If You Need Me, Why Did You Let Me Go

“Kalau memang kamu membutuhkanku, kenapa kamu membiarkanku pergi?” tanyaku pelan. Dia yang duduk dihadapanku menghela nafas panjang, “Kamu harus mengerti keadaan kita. Aku belum bisa memenuhi semua keinginanmu. Kamu tau kan, keuangan kita terbatas.” What?..apakah keinginan yang selalu kusampaikan padanya itu demikian memberatkan? Kenapa orang lain yang baru saja mengenalku justru bersedia memenuhi kebutuhan seperti yang kuminta. Dia selalu bilang sangat membutuhkanku. Dia ingin aku ada bersamanya menjalani pahit manisnya dunia kami.

Tidakkah dia melihat tubuhku yang mengurus dan mataku yang berkantong hitam bagaikan diolesi eye shadow . Tidakkah dia melihat aku jadi tak sempat lagi bersosialisasi dengan teman-temanku karena waktuku tersita untuknya? Aku cuma minta lebih diperhatikan kesejahteraanku, dan kuyakin itu tak butuh biaya yang lebih besar dari biaya entertainment dia dan teman-temannya.

Aku menunduk dalam hening dihadapannya, tak ingin berdebat lebih panjang lagi.. Kusodorkan surat resign yang sudah ku ketik 2 hari yang lalu yang disambut dingin oleh bosku itu. Akhirnya aku menyudahi karierku sebagai auditor.

Jakarta, Februari 2006

 
10 Comments

Posted by on February 2, 2012 in Santai

 

Tags: ,

It’s Not Who You Know, It’s Who Knows You What Matter Most

Dalam sebuah iklan radio gue mendengar suatu tagline yang menggelitik, bunyinya kurang lebih begini: “It’s not who you know, it’s who knows you what matter most”  Artinya, bukan siapa yang kamu kenal, tapi siapa yang kenal kamu yang paling penting. Hmm… sedikit bernada sombong sih, tapi kayaknya paradigma ini berguna juga buat gue  menilai calon debitur .

Seorang lelaki datang ke kantor gue dengan berpakaian necis dan pembawaan super ramah. Sesuai standar layanan, gue berdiri menyapa dan menanyakan keperluannya. Rupanya si bapak mau mengajukan kredit untuk usahanya. Berarti beliau datang ke orang yang tepat, secara kerjaan gue menangani kredit untuk usaha, hehehe… Read the rest of this entry »

 
11 Comments

Posted by on January 27, 2012 in Hikayat Rentenir

 

Fernando Torres Saga

“Feels like Fernando Torres Saga..” Begitu tertulis di status BBM gue pagi itu. Seorang teman yang paham dengan apa yang sedang terjadi langsung berkomentar lewat BBM:

Kawan: Msh blm dikasihin SK nya ya, Bro?

Soyjoy76: Iya nih.. dipersulit keknya

Kawan: Oo.. trus lo mau gmn?

Read the rest of this entry »

 
5 Comments

Posted by on December 23, 2011 in Hikayat Rentenir

 

Tags: , ,