RSS

Author Archives: soyjoy76

The Root of All Evil

Ya..ya.. itu memang judul salah satu lagu Dream Theater, yang konsernya gue tonton langsung minggu lalu di Ancol… *pamer* Tapi ini lagi ngomongin akar dari seluruh kejahatan (menurut gue) yaitu amarah. Lha, ngomongin amarah terus…kan udah kemarin di postingan yang ini?? Mengertilah kawan…hari-hari belakangan ini gue sering mendengar dan menyaksikan betapa amarah yang tak terkendali bisa berdampak buruk. Makanya gue bilang, amarah itu adalah akar dari segala kejahatan. Simak beberapa contoh berikut: Read the rest of this entry »

 
7 Comments

Posted by on May 2, 2012 in Santai

 

Angel and Demon

Gue berjalan tergesa-gesa menuju halte busway karena gerimis udah menunjukkan peningkatan intensitas menjadi hujan. Meski cepat, tapi tak secepat biasanya karena harus lebih hati-hati, trotoarnya licin. Menjelang tangga naik ke penyeberangan halte busway, gue melihat ibu tua pengemis yang sering gue jadiin ladang amal, berbagi sedikit rezeki. Karena udah cukup lama tak melihat ibu tua itu, gue mencabut dompet dan menarik selembar uang yang lebih besar dari yang biasanya gue berikan.

Nggak menunggu reaksi si Ibu tua, gue bergegas melanjutkan perjalanan melewati trotoar itu menuju halte busway. Tapi sebuah mobil yang berjalan terlalu kepinggir dengan cepat melindas genangan air dipinggir jalan sehingga airnya langsung muncrat mengenai sepatu gue (untung cuma sepatu..). “ANJ*NG…..!!!” teriak gue kesal. Tampaknya teriakan gue cukup kencang sehingga pejalan kaki lain dalam radius 5 meter dari gue semuanya menoleh, tak terkecuali si Ibu tua tadi. Mungkin semuanya sepakat berkata (didalam hati tentunya)…”galak banget nih orang..”

Ah… Angel and Demon in me switch places only in a split second…

 
9 Comments

Posted by on March 1, 2012 in Santai

 

Introducing: Kayla Khairunnisa

Aku ingin menulis tentang seorang perempuan yang tak pernah kuceritakan sebelumnya di blog ini. Seorang perempuan cantik. Matanya bulat besar dan sedikit sipit dikedua ujung yang mengarah ke telinga. Kulitnya putih bersih dengan rambut pendek tidak terlalu hitam. Ketika tersenyum matanya menyipit, sungguh menggemaskan. Aku mengenalnya setahun yang lalu, di Pekanbaru….. Read the rest of this entry »

 
5 Comments

Posted by on February 25, 2012 in Santai

 

If You Need Me, Why Did You Let Me Go

“Kalau memang kamu membutuhkanku, kenapa kamu membiarkanku pergi?” tanyaku pelan. Dia yang duduk dihadapanku menghela nafas panjang, “Kamu harus mengerti keadaan kita. Aku belum bisa memenuhi semua keinginanmu. Kamu tau kan, keuangan kita terbatas.” What?..apakah keinginan yang selalu kusampaikan padanya itu demikian memberatkan? Kenapa orang lain yang baru saja mengenalku justru bersedia memenuhi kebutuhan seperti yang kuminta. Dia selalu bilang sangat membutuhkanku. Dia ingin aku ada bersamanya menjalani pahit manisnya dunia kami.

Tidakkah dia melihat tubuhku yang mengurus dan mataku yang berkantong hitam bagaikan diolesi eye shadow . Tidakkah dia melihat aku jadi tak sempat lagi bersosialisasi dengan teman-temanku karena waktuku tersita untuknya? Aku cuma minta lebih diperhatikan kesejahteraanku, dan kuyakin itu tak butuh biaya yang lebih besar dari biaya entertainment dia dan teman-temannya.

Aku menunduk dalam hening dihadapannya, tak ingin berdebat lebih panjang lagi.. Kusodorkan surat resign yang sudah ku ketik 2 hari yang lalu yang disambut dingin oleh bosku itu. Akhirnya aku menyudahi karierku sebagai auditor.

Jakarta, Februari 2006

 
10 Comments

Posted by on February 2, 2012 in Santai

 

Tags: ,

It’s Not Who You Know, It’s Who Knows You What Matter Most

Dalam sebuah iklan radio gue mendengar suatu tagline yang menggelitik, bunyinya kurang lebih begini: “It’s not who you know, it’s who knows you what matter most”  Artinya, bukan siapa yang kamu kenal, tapi siapa yang kenal kamu yang paling penting. Hmm… sedikit bernada sombong sih, tapi kayaknya paradigma ini berguna juga buat gue  menilai calon debitur .

Seorang lelaki datang ke kantor gue dengan berpakaian necis dan pembawaan super ramah. Sesuai standar layanan, gue berdiri menyapa dan menanyakan keperluannya. Rupanya si bapak mau mengajukan kredit untuk usahanya. Berarti beliau datang ke orang yang tepat, secara kerjaan gue menangani kredit untuk usaha, hehehe… Read the rest of this entry »

 
11 Comments

Posted by on January 27, 2012 in Hikayat Rentenir

 

Fernando Torres Saga

“Feels like Fernando Torres Saga..” Begitu tertulis di status BBM gue pagi itu. Seorang teman yang paham dengan apa yang sedang terjadi langsung berkomentar lewat BBM:

Kawan: Msh blm dikasihin SK nya ya, Bro?

Soyjoy76: Iya nih.. dipersulit keknya

Kawan: Oo.. trus lo mau gmn?

Read the rest of this entry »

 
5 Comments

Posted by on December 23, 2011 in Hikayat Rentenir

 

Tags: , ,

Risk and Return

Those who push the brake all the time will probably finish the race safely, but they definitely won’t win the race”  # Anderson on Risk and Return

Sebelum mulai membalap, kru tim Ferrari memeriksa semua kelengkapan mobil balap F1 yang akan dipakai oleh Michael Schumacher. Pedal gas, tombol persneling, rem dan berbagai panel rumit lainnya. Aspek keselamatan adalah prioritas, meskipun kecepatan adalah yang paling utama. Ketika sudah dijalur pacu, Schumacher pun menganut prinsip yang sama. Keselamatan adalah prioritas, yang diimplementasikan dengan mengerem pada tikungan-tikungan berbahaya. Namun, untuk menjadi pemenang, kecepatanlah yang paling utama. Kebanyakan menginjak rem mungkin akan mengantarkan Schumacher mencapai finish dengan selamat. Namun hampir pasti itu tak akan membuatnya menjadi juara. Read the rest of this entry »

 
9 Comments

Posted by on October 3, 2011 in Hikayat Rentenir

 

Momentum

Sepotong cerita di bulan Ramadhan yang baru lalu. Sekedar pengingat untuk memotivasi diri dalam bekerja.

Alif,  anak gue berusia menjelang 4 tahun yang udah mulai tengil mendadak minta ikut sholat taraweh ke mesjid. Karena waktunya taraweh masih sekitar 1 jam lagi, gue ajak Alif melakukan beberapa hal kecil seperti memilih baju koko, menyiapkan sajadah sampai menentukan sandal yang akan dibawa ke mesjid. Tiba waktunya berangkat ke mesjid, Alif udah berubah moodnya dan kembali nggak mau diajak pergi taraweh dan lebih memilih kegiatan lainnya, main mobil-mobilan. Bisa disimpulkan gue udah kehilangan momentum ketika Alif dengan antusias mau pergi taraweh. Mungkin lebih baik gue langsung berangkat ke mesjid ketika tadi Alif sedang bersemangat.

Read the rest of this entry »

 
1 Comment

Posted by on September 28, 2011 in Serius Tapi Santai