RSS

If You Need Me, Why Did You Let Me Go

02 Feb

“Kalau memang kamu membutuhkanku, kenapa kamu membiarkanku pergi?” tanyaku pelan. Dia yang duduk dihadapanku menghela nafas panjang, “Kamu harus mengerti keadaan kita. Aku belum bisa memenuhi semua keinginanmu. Kamu tau kan, keuangan kita terbatas.” What?..apakah keinginan yang selalu kusampaikan padanya itu demikian memberatkan? Kenapa orang lain yang baru saja mengenalku justru bersedia memenuhi kebutuhan seperti yang kuminta. Dia selalu bilang sangat membutuhkanku. Dia ingin aku ada bersamanya menjalani pahit manisnya dunia kami.

Tidakkah dia melihat tubuhku yang mengurus dan mataku yang berkantong hitam bagaikan diolesi eye shadow . Tidakkah dia melihat aku jadi tak sempat lagi bersosialisasi dengan teman-temanku karena waktuku tersita untuknya? Aku cuma minta lebih diperhatikan kesejahteraanku, dan kuyakin itu tak butuh biaya yang lebih besar dari biaya entertainment dia dan teman-temannya.

Aku menunduk dalam hening dihadapannya, tak ingin berdebat lebih panjang lagi.. Kusodorkan surat resign yang sudah ku ketik 2 hari yang lalu yang disambut dingin oleh bosku itu. Akhirnya aku menyudahi karierku sebagai auditor.

Jakarta, Februari 2006

 
10 Comments

Posted by on February 2, 2012 in Santai

 

Tags: ,

10 responses to “If You Need Me, Why Did You Let Me Go

  1. DV

    February 3, 2012 at 12:58 pm

    What? Brarti kamu udah gak di ‘bahtera’ lagi Bro?

     
    • soyjoy76

      February 3, 2012 at 6:06 pm

      Hehehe….kan ada tanggal ceritanya diakhir tulisan Bro, Februari 2006. Waktu gue memutuskan untuk naik ‘bahtera’ dan brenti jadi auditor…🙂

       
  2. nh18

    February 5, 2012 at 3:24 pm

    mencermati tulisan … kaget …
    tetapi ketika melihat bagian bawahnya … oooohhhh …
    hehehe

    Ini pengalaman Pribadi Pak ?

    salam saya

     
    • soyjoy76

      February 6, 2012 at 8:19 pm

      Hehehe… pengalaman pribadi yang dibumbui biar lebih dramatis..🙂

       
  3. frozzy

    February 6, 2012 at 1:21 pm

    hmh…baru-baru ini juga saya mengajukan resign, cuma bedanya resignation saya ditolak plus dicounter dengan promosi. Alasannya mereka perlu saya dan mereka senang dengan pekerjaan saya. Endingnya ya alhamdulillah…
    Btw, saya udah posting come back lho…..😉

     
    • soyjoy76

      February 6, 2012 at 8:20 pm

      Naah…kalau itu kamu bisa bilang: If You Need Me, You’ll Never Let Me Go..”

      Syukurlah Nunu udah nulis lagi.. *segera menuju TKP*

       
  4. vizon

    February 6, 2012 at 7:04 pm

    Ketika sekeliling kita sudah tidak membuat kita nyaman, maka hanya dua hal yang bisa jadi pilihan; lanjut dengan terus merasakan sakit atau berhenti dan mencari “dunia” lain.

    Pertanyaannya, mengapa kisah 6 tahun lalu itu tiba-tiba diangkat lagi di masa sekarang? Akankah terjadi pengulangan sejarah? Hmm.. let’s see…🙂

     
    • soyjoy76

      February 6, 2012 at 8:23 pm

      Amazing… Ini yang sering dibilang orang Minang, “Alun Takilek, Alah Takalam”.. Uda Vizon kayaknya bisa membaca kegundahan hatiku yang tersirat…

       
  5. edratna

    February 7, 2012 at 1:59 pm

    Ya, jika kita merasa tak nyaman, maka sebaiknya kita memang mencari situasi baru…bukankah bekerja butuh kenyamanan lingkungan, bukan kok hanya sekedar bekerja?

    (Hmm…saya juga lagi membutuhkan suasana baru)

     
  6. wempi

    February 13, 2012 at 9:39 pm

    ditunggu kelanjutan ceritanya,😆

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: