RSS

Hidup Itu Belajar

24 Jun

Weekend lagi…Tennis lagi….

Sejak dimutasikan ke Pekanbaru, saya memiliki rutinitas setiap Sabtu pagi untuk mengawali weekend: Bermain Tenis.  Tempat saya bermain tenis kebetulan milik Bank Indonesia, jadi pemainnya rata-rata adalah bankir.  Karena lapangan cuma satu, jadi  nggak pernah ada permainan tunggal, semuanya ganda…biar kebagian main semua yang datang.  Kondisi ini juga mengingat sebagian besar pemain udah bapak-bapak yang umumnya udah nggak sanggup bermain tunggal yang banyak menguras energi. Nah, sebagaimana sering disampaikan Uda Vizon, sahabat blog saya, pelajaran hidup bisa kita dapat dimana saja dan dari kejadian apa saja, termasuk di lapangan tenis tentunya. Begini ceritanya….

Seperti halnya dalam berteman, dalam memilih pasangan ganda di lapangan tenis pun saya tak pemilih…jieeh :-P  Berpasangan dengan siapapun oke, selagi partner saya itu masih bisa mengembalikan bola yang datang ke seberang jaring.  Kebetulan beberapa kali saya berpasangan dengan Pak Endra (nama disamar-samarkan…), kolega satu institusi dengan saya. Beliau udah mendekati usia pensiun. Potongan badan gemuk dengan riwayat sakit cukup panjang, mulai dari jantung, paru-paru sampai pengangkatan salah satu organ dalam tubuhnya. Pak Endra memiliki pukulan forehand cukup keras, sisa-sisa kejayaan masa mudanya🙂  Tapi bobot tubuhnya yang mulai over menghalangi keluwesan geraknya. Nah, disitulah peran saya kebagian mengejar-ngejar bola yang diluar jangkauan beliau. Secara usia saya masih jauh lebih muda. Bagaimanapun, kolaborasi tua-muda ini sering mampu mengalahkan lawan-lawannya. Sambil berseloroh Pak Endra berucap: “Saya hanya memukul bola yang dalam jangkauan saya. Kalau kelihatannya bola mengarah diluar jangkauan, biar Pak Son yang mengejar-ngejar. Kan dia masih kuat lari…

Agak ngedumel juga saya didalam hati dengan prinsip partner tenis saya ini. Lha sementara beliau enak-enakan berdiri menunggu bola yang datang, saya pontang panting kesana-kemari mengejar bola dari lawan kami. Tapi setelah saya renung-renungkan, begitulah hidup seharusnya berjalan. Bekerjalah sesuai kemampuan kita. Raihlah apa yang masih dalam jangkauan. Jangan memaksakan diri untuk menggapai yang jelas-jelas tak terjangkau kalau kau tak ingin terjerembab dalam hidupmu. Apa yang diluar jangkauanmu, pastilah itu bukan rezekimu. Seseorang akan mengambil kesempatan itu dan biarkanlah.

Usia yang matang telah mengajari kearifan bagi Pak Endra. Coba kalau beliau memaksakan mengejar bola yang diluar jangkauannya, karena merasa di masa muda dulu beliau mampu melakukan itu, bisa jadi beliau terjerembab jatuh. Begitulah. Life is learning. Happy weekend….

 
11 Comments

Posted by on June 24, 2011 in Uncategorized

 

11 responses to “Hidup Itu Belajar

  1. nh18

    June 26, 2011 at 5:37 pm

    Wah … Pak Endra ini bisa saja …
    Yang jelas … yang namanya main Double itu harus susah senang dilakukan bersama … bahu membahu … menutup lapangan … dan mengembalikan bola sebaik mungkin …

    Yang jelas …
    Yang muda lah … yang biasanya lebih mobile kesana kemari ya Pak Anderson …

    Salam saya

     
  2. DV

    June 27, 2011 at 9:51 am

    Mantab, Bro…
    Kejar rejeki semampu kita, selebihnya biar diambil orang lain… Betul! Kalau aku, kutambahi.. Let’s God do the rest hahahaha🙂

    Eh olahraga bank-mu lom berubah juga ya… Papa dulu juga tenis dan kerap ngajakin aku untuk latihan bersama…

    Ah, jadi rindu Papa.. beliau meninggal april 2011 silam, Bro🙂

     
    • soyjoy76

      June 27, 2011 at 4:29 pm

      Don, my brother… gue buru-buru buka arsip blogmu di bulan April 2011, bulan-bulan ketika aku sama sekali tak menyentuh dunia perblogan. Ternyata gue benar2 melewatkan satu episode penting dalam kehidupanmu. Maafkan gue, sobat… Gue ikut berduka atas berpulangnya Papa mu, ‘rentenir’ seniorku. Semoga arwahnya diterima disisi-Nya.

      Soal tenis, well… paling nggak olahraga ini lebih menghibur ketimbang ketok bola ilapangan yang luasnya berhektar-hektar..🙂 Kapan nih kita sparring (atau duel?)…hehehe

       
  3. vizon

    July 11, 2011 at 4:53 pm

    Aku setuju dengan konklusimu; bahwa masing-masing punya perannya dan harus saling mendukung…

    Setiap orang bekerja sesuai dengan kemampuan dan kesanggupannya. Janganlah menyerahkan sebuah urusan kepada yang bukan ahli dan tak punya kesanggupan, karena jika dipaksakan juga, alamat akan datang sebuah kehancuran… Kira-kira begitu petuah yang sering aku dapatkan dari pak kyai dulu, Son…

    Very nice my brother..🙂

     
    • vizon

      July 11, 2011 at 4:56 pm

      eh ketinggalan….

      aku sudah sering latihan tenis, tapi gak pernah bisa…
      kayaknya aku gak punya bakat di olahraga..
      kalau gitu, olahraganya cukup jogging aja deh, gak perlu latihan segala, hahaha… (alasan, bilang aja males)😀

       
  4. Imelda

    September 28, 2011 at 6:16 pm

    Jangan ngoyo, kata orang Jawa. Tapi bukan pasif, harus lebih aktif…maksudnya ya itu, dengan mempertimbangkan “What if I do this….” Kalau maksa dan berakhir di RS mending ngga kan? Tapi Pak Endra masih mau berusaha sesuai kemampuannya.

     
  5. & edi

    September 30, 2011 at 11:06 am

    *nyimak* dan smoga saya bisa mengambil pelajaran dr kisah nyata ini..

     
  6. Asop

    October 21, 2011 at 7:30 pm

    Selain belajar, hidup juga harus dinikmati.🙂

     
  7. edratna

    December 18, 2011 at 6:26 am

    Hmm…memang harus bisa mengukur kemampuan ya….jangan ngotot di lapangan, baik lapangan kerja atau lapangan olah raga.

    Btw, ada beberapa staf di tempat kerja saya yang meninggal mendadak di lapangan tennis, dan rata-rata umur mereka masih di bawah 40 tahun. Tennis bisa menguras tenaga…dan karena unsur tak mau kalah, sering daya tahan tubuh dilupakan.

     
    • soyjoy76nderson

      December 23, 2011 at 10:20 am

      Wah, jadi takut… soalnya kayak Ibu bilang, saya termasuk yang lupa kondisi fisik kalau lagi tennis…
      Makasih kunjungannya Bu Ratna..

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: