RSS

Dare to Leave your Comfort Zone?

24 Feb

Bayangkanlah anda sedang duduk di bangku stasiun kereta yang ramai dipenuhi calon penumpang. Kereta datang terlambat sehingga calon penumpang berjejalan di stasiun. Saking ramainya, jelas sebagian besar dari mereka tidak kebagian tempat duduk dan harus rela menunggu sambil berdiri atau duduk ngelesot dilantai beralaskan koran.

Dalam kondisi prihatin tersebut, bahkan bangku kayu di stasiun itu serasa sebuah kemewahan bagi penumpang, dan anda adalah salah satu diantara si beruntung itu. Tak ingin rasanya beranjak dari bangku sederhana itu sekedar untuk membeli makanan ringan atau pergi buang air kecil karena sudah bisa dipastikan bangku yang anda tinggalkan segera jadi bahan rebutan. Anda sudah cukup nyaman duduk di bangku stasiun itu, meski harus menahan rasa haus atau keinginan untuk pipis. Begitulah. Pada kondisi itu anda udah berada di comfort zone, sehingga keberatan untuk beranjak kecuali kereta yang anda tunggu udah benar-benar sampai di stasiun itu.

Istilah Comfort Zone biasanya merujuk pada suatu tahapan dalam kehidupan atau pekerjaan anda, dimana anda udah merasa sangat nyaman didalamnya. Semua hal sudah menjadi rutinitas dan karena sudah terbiasa jadi terasa demikian mudahnya. Kenyamanan yang melenakan, yang biasanya membuat anda malas atau bahkan takut untuk keluar dari zona tersebut. Anda yang berlatar belakang ilmu fisika paham bahwa benda yang dalam kondisi statis membutuhkan energi yang lebih besar untuk menggerakkannya dibandingkan benda yang dalam kondisi dinamis. Anda yang pernah membaca buku Who Moved My Cheese pun pasti paham bagaimana seseorang yang terlalu lama berada di comfort zone akan sangat sulit menerima perubahan. Kenapa?

Salah satunya karena paradigma bahwa perubahan belum tentu akan mengarah kepada hal yang lebih baik. Pemikiran ”Bagaimana jika…” atau ”Jangan-jangan ntar….” seakan jadi belenggu untuk seseorang melakukan perubahan. Nggak salah juga berpikir demikian. Namun jika itu dijadikan mantra, maka andalah sang penghuni setia comfort zone. Padahal kalau kondisinya dibalik, siapa tahu ada kehidupan yang lebih baik atau ada pekerjaan yang lebih baik daripada yang kita jalani sekarang. Anda yang sedang di stasiun demikian takutnya untuk beranjak dari bangkunya, padahal siapa tahu di kafetaria stasiun itu suasananya lebih nyaman, bangkunya lebih empuk, dan tidak seperti yang anda bayangkan sebelumnya.

Dimasa lalu, dengan status lajang dan jiwa muda yang menggelegak *halah* saya dengan gagah berani meninggalkan pekerjaan yang satu untuk mencoba pekerjaan yang lain. Padahal di tempat yang lama udah punya komunitas, teman hangout yang asik dan jobdesc yang dah hapal luar kepala. Pindah kos-kosan pun bukan masalah.

Tapi kini? Hmm…. berat rasanya meninggalkan comfort zone :-p  Bagaimana dengan anda? Are you dare to leave your comfort zone?

Ps:

1.Tulisan ini sekedar pengingat bagi diri saya bahwa masih ada blog saya yang menanti untuk terus ditulisi. Jangan kelamaan dianggurin.

2. Tulisan ini juga sekedar menghibur diri sembari nungguin SK mutasi ke wilayah lain. Arrrrggghhh…Am I dare enough to leave my comfort zone? I’ve been here for a while that makes me feel comfortable😦

 
32 Comments

Posted by on February 24, 2010 in Santai

 

Tags:

32 responses to “Dare to Leave your Comfort Zone?

  1. nakjaDimande

    February 24, 2010 at 9:20 am

    Sekian lama mengintai disini, kosong..

     
    • nakjaDimande

      February 24, 2010 at 9:24 am

      Akhirnyaaa..

      Bundo selalu cemas setiap dapat perintah loncat ke tempat lain, walaupun disuruh loncat ke tempat yang lebih bagus bundo tetap enggan karena bundo tau ada hal sulit yang harus dilalui disana: proses adaptasi. Itulah yang tersulit!

      Anderson:
      Ya..akhirnyaaa…
      Soal adaptasi…itu memang proses tersulit. Tapi begitu kita berhasil melewati tahap itu, maka terbentuklah comfort zone yang baru yang membuat Bundo enggan untuk beranjak lagi. Begitulah hidup…🙂

       
  2. Inge

    February 24, 2010 at 9:37 am

    SEMANGAT ^^/

    kadang memang enggan meninggalkan “zona aman” tp kadang yg dibutuhkan hanya keyakinan, jika memang harus maka yakin saja Allah pasti berikan yg terbaik ^^

    Anderson:
    Tengkyu Inge.. Semangat!

     
  3. ikkyu_san a.k.a imelda

    February 24, 2010 at 10:13 am

    Mungkin kalau dari diri sendiri akan sulit pindah ke lain hati (haiyah)
    apalagi jika punya “buntut” yang juga harus dipikirkan.
    Tapi sebagai seorang istri, saya akan rela meninggalkan semuanya, jika suami saya harus pindah atau berganti pekerjaan. Karena itu saya tahu kedudukan suami (baca laki-laki) amatlah sulit.
    Gambatte untuk mengisi blog di dunia maya ini, dan menunggu SK mutasi di dunia nyata.

    EM

    Anderson:
    wow…kalo menyangkut soal hati ya emang beda mbak, harus meng-comfort kan diri sebisa mungkin dengan pilihan yang udah dibuat saat ini, hehehe…

    Gambatte apaan Mbak? Maafkan ke-katro-an saya🙂

     
  4. boyin

    February 24, 2010 at 10:29 am

    pikirannya yangharus dirubah..kenapa harus dibilang comfort..harusnya merasa ghan comfort donk jadi sewaktu2 bvisa pindah

    Anderson:
    Ya mungkin pas pindah ke daerah baru adaptasinya berlangsung mulus, sehingga malah jadi terlalu nyaman…🙂

     
  5. morishige

    February 24, 2010 at 10:57 am

    comfort zone saya sekarang mungkin dunia mahasiswa.. sedikit gemetaran ketika mengingat bahwa segera setelah urusan skripsi (nanti) selesai, lulus, saya harus keluar dari zona nyaman ini dan membuka pintu fase selanjutnya..😦

    Anderson:
    Ya…setelah dipikir-pikir, memang dunia mahasiswa itu adalah zona paling aman. Bebas merdeka semaunya. Hmmm… berarti bentar lagi Shige harus segera ngepak backpack-nya dan keluar dari zona aman itu. Welcome😀

     
  6. vizon

    February 24, 2010 at 10:58 am

    Son… berada pada zona aman memang menyenangkan, tapi berpetualang ke zona-zona lain jauh lebih menyenangkan. Hal positif pertama yang kita peroleh adalah semakin luasnya wawasan pergaulan kita. Secara materi barangkali kita mengalami kerugian, tapi yakinlah, dengan keluar dari zona aman itu, kita akan kaya dengan pengalaman.

    Saya sudah beberapa kali mengalami perpindahan itu. Bahkan yang terakhir, ketika harus pindah dari Pekanbaru ke Curup, kemudian ke Jogja, adalah sebuah keputusan berat namun harus kuambil.

    Jadi, mau pindah kemana nih? Ke Jogja ya…? hehehe…😀

    Anderson:
    Ya…itu adalah bagian dari hidup ya, Da.
    I love Jogja dan siapa tau nasib membawaku mendarat di sana, hehehe…🙂

     
  7. Ria

    February 24, 2010 at 2:18 pm

    i ask the same question for myself mas…
    udha berani blom ninggalin kerjaan sekarang dan cari pekerjaan di dunia luar sana. kayaknya kalo aku lama2 kerja di Duri keenakan dan jadi manja! pengen juga aku rsanya pindah kerja atau pindha kota atau bahkan pengen juga nyobain kerjaan di luar negri…

    tapi kenyataannya aku blom berani! bahkan comfort zone sebagai cewek single aja blom berani ditinggalin…hohohohoho…😛

    Anderson:
    Hahaha…. bener kan? Berat rasanya meninggalkan comfort zone, apalagi setelah sekian lama menikmatinya…

     
  8. Yari NK

    February 24, 2010 at 2:34 pm

    Harus berani! Namun juga harus dengan perhitungan! Agar tidak hanya sekedar berpindah secara fisik tetapi juga berpindah secara harapan dan bahkan kenyataan! Agar kepindahan tidak sepenuhnya sia2 hanya membuang2 waktu, tenaga dan biaya saja…🙂

    Anderson:
    Setuju Pak… Meninggalkan comfort Zone tanpa perhitungan yang memadai sama aja mati konyol, jadi bahan tertawaan orang-orang, jadi sumber penyesalan diri…hehehe

     
  9. badruz

    February 24, 2010 at 3:45 pm

    kira2 di mutasi kemana mas? wah..bakalan beradaptasi mas..
    sebuah kewajaran manusia cinta kemapanan…

    Anderson:
    Gelap mas… pasrah menanti🙂

     
  10. DV

    February 24, 2010 at 4:45 pm

    Dua tahun silam aku nekat meninggalkan comfort zone ku dari Jogja ke Australia (baca aja arsipku sekitar bulan sept 2008 – nov 2008).

    Pelajaran yang kuambil dari situ adalah, yang namanya comfort zone sebenarnya tak ada di alam nyata kecuali di dalam otak saja🙂

    Selamat dimutasi.. dulu bokap beberapa kali juga dibegitukan hehehe!

    Anderson:
    Aku yakin waktu itu kamu nggak cuma nekat Don…pasti ada sedikit perhitungan yang membuat keberanian kamu meninggalkan comfort zone itu makin menggelora *jah..bahasanya*

    Makasih Don… It’s part of the job🙂

     
  11. Riris E

    February 24, 2010 at 5:59 pm

    Semangat, Bro! Tempat baru mudah-mudahan memberi semangat dan inspirasi yang baru, bahkan peluang yang baru untuk dimanfaatkan demi masa depan yang lebih OK!

    Hm..tulisan ini bertepatan dengan pikiranku yang “jangan-jangaan…trus..jangan-jangan..” Sama, Bro…lagi menghadapi suasana baru nich, jadi..Tulisanmu membuatku terdorong untuk lebih berani dan yakin.

    Thanks yaa

    Anderson:
    Sama-sama, mbak.. Tapi, jangan-jangan….😀

     
  12. imoe

    February 24, 2010 at 7:54 pm

    Habis, kita hidup di negara yang tidak aman dan tidak pasti siy…jadi yaaa harus janagn-jangan melulu pikirannya

    Anderson:
    Iya…ketidakpastian yang membuat orang kebanyakan berpikir sebelum mengambil keputusan.

     
  13. arman

    February 25, 2010 at 12:33 am

    susah banget emang mau keluar dari comfort zone, apalagi kalo udah ada keluarga. hehehe.

    tapi ya itu yang gua harus hadapi pas akhirnya mutusin mau pindah kemari. keluar dari comfort zone besar – kerjaan udah 6 th, udah ada rumah di jkt dan deket ortu, ada mobil, ada pembantu – untuk memulai hidup baru dari titik nol tanpa siapa2. hehehe. tapi gua gak menyesal lho keluar dari comfort zone gua itu…🙂

    kadang perlu juga memaksa diri untuk keluar dari comfort zone, supaya ada development and improvement… ya gak?😀

    Anderson:
    Hehehe… kalau saya sih ‘dipaksa’ keluar dari comfort zone…😀

     
  14. Budi Hermanto

    February 25, 2010 at 8:00 am

    wow..
    uda comfort komen disini..
    tros..
    leave ndak ya..😉

    Anderson:
    Leave don’t forget to comeback…😀 *halah, poor english, my bad”

     
  15. hanyanulis

    February 25, 2010 at 9:18 am

    Wah, perlu banget neh escape from comfort zone. kadang hidup itu butuh variasi dan tantangan2 yang bikin kita lebih “survival” lagi

    Anderson:
    Bikin hidup lebih hidup…. (loh, kek tagline iklan rokok😛 )

     
  16. nanaharmanto

    February 25, 2010 at 1:42 pm

    Hmm…comfort zone?
    aku orangnya gampang beradaptasi. Jadi sewaktu-waktu harus pindah ngikutin suami ya ayok deh…mungkin malah belum brasa ada di “comfort zone” udah pindah lagi🙂 adaptasi lagi….
    Asyiknya sih, dapet pengalaman dan kerepotan baru hehe…

    Anderson:
    hahaha….belum beneran comfort dah kudu pindah lagi? hahaha…

     
  17. Arham Blogpreneur

    February 25, 2010 at 2:31 pm

    Selamat berjuang di TKP terbaru ya🙂 smoga menajdi daerah yang juga comfort

    Anderson
    Makasiy gan… TKP nya belum ketahuan nih😀

     
  18. nh18

    February 25, 2010 at 2:58 pm

    Saya tertarik ke PS yang nomer 2 …

    oooo jadi itu toh yang merisaukan Pak Anderson …

    Yang jelas …
    Jujur pak …
    Untuk usia seperti saya …
    Comfort zone sangat penting bagi saya …
    Saya akan berfikir dua tiga kali untuk meninggalkan comfort zone ini …
    (sebetulnya ini bukan pola pikir yang benar … tapi … ya bagaimana lagi …)🙂🙂

    Salam saya Pak

    Anderson:
    Sebenarnya risau karna penasaran bakalan dipindah kemana Om. Kalau soal mutasi sih udah pasti, lha wong pas interview waktu melamar kerja dulu dah disuruh tandatangan surat pernyataan bersedia ditempatkan dimana saja😀

    Oiya Om… keberanian keluar dari comfort zone itu berbanding terbalik dengan usia loh. Saya akuin itu… terlebih lagi setelah membaca pengakuan jujur dari Om nh😛

     
  19. Wempi

    February 25, 2010 at 3:35 pm

    Harus hitung-hitung dulu, jikalau di stasiun ada kemungkinan dapat bangku empuk walaupun hanya satu persen, layak di coba, tapi jika tidak ada kemungkinan, lebih baik tetap diam di kursi kayu.

    misalnya beli sayur naik angkot, sudah jelas tidak bisa mengendarai sepeda motor, tetapi karena ingin ada perubahan biar ngirit dan cepat dibawa tuh motor ke jalan raya beli sayur ke pasar. koit dah…😆

    Anderson:
    Batua Wemp… harus penuh perhitungan biar gak konyol

     
  20. achoey

    February 25, 2010 at 8:04 pm

    apa saya pernah menyentuh zona itu ya?🙂

    selalu semangat ngeblog🙂

    Anderson:
    Mungkin pernah kang, cuman gak nyadar ajah…hehehe

     
  21. sauskecap

    February 26, 2010 at 12:10 am

    wah kalau udah nyaman dana mapan rasanya males ngapa2in.. apalagi kalau abis menemukan sesuatu yang baru dan mengasikan…

    Anderson:
    Istilahnya PW ya, Mbak… Posisi Wuenak…🙂

     
  22. Jane

    February 26, 2010 at 6:26 am

    yups.. kelamaan stay in the comfort zone bisa buat orang jadi paranoid dan takut untuk coba hal-hal yang baru🙂 But I think people have their own reasons sometimes when they refuse to try a “new life”.. but for me personally moving out of the comfort zone can add more experiences to life🙂 I believe so…

     
  23. elmoudy

    February 26, 2010 at 3:52 pm

    Comfort Zone.. siapapun akan suka dengan zone itu
    kenyamanan menjadi hal yang kadang bernilai mahal
    dan aku juga suka kenyamanan🙂

     
  24. racheedus

    February 28, 2010 at 5:16 pm

    Assalamu’alaikum juga, Uda.
    Lama nian blognya dianggurin nih.

    Mudahan segera bisa hijrah ke tempat kerjaan baru yang lebih menantang.

    Anderson:
    Makasih Pak Racheed…🙂

     
  25. emmychen

    March 1, 2010 at 5:00 pm

    you’ll never know what u’ll have out there..
    life is too short to be only in the safe zone..
    explore the world.. taste your life some bittersweet of the world.. hehe..

    Anderson:
    Hayuh… let’s explore the world further more🙂

     
  26. Irawan

    March 1, 2010 at 11:27 pm

    berani donk…. dibalik rintangan ada kenikmatan yang lebih…

    Anderson:
    Toss sama Irawan…

     
  27. darahbiroe

    March 2, 2010 at 1:38 pm

    heheh meski dibuang kemanapun harus tetep smngt,, dan taklukan daerah baru😀

    berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya makasih
    salam blogger😀

    Anderson:
    Hmmm….berasa jadi Alexander The Great, pas kamu ngomongin soal menaklukkan daerah baru😀 Saya dah ke TKP, gan…

     
  28. macangadungan

    March 3, 2010 at 4:24 pm

    hmmm, aku sih masih muda, jadi masih berani keluar dari comfort zone ini. tapi nggak tahu ya kalo 10 tahun kemudian… apalagi kalo tempat kerjanya penghasilannya gede dan orang2nya asik2.

    Anderson:
    Tul…menurut saya pada umumnya keberanian untuk keluar dari comfort zone itu berbanding terbalik sama umur..heheh

     
  29. zee

    March 4, 2010 at 11:50 am

    Saya termasuk yang kurang suka loncat sana sini, soalnya kurang suka beradaptasi. Adaptasi itu susah sekali, dan seringnya malah jadi tidak nyaman.

    Anderson:
    Ya…kalo dah nyaman buat apalagi lompat sana-sini, ya kan?

     
  30. Miranda Modjo

    March 4, 2010 at 3:13 pm

    Nice share nih mas…

    Gua sampai saat ini tdk suka berada lama2 di comfort zone…mungkin ini dipicu dengan gua yang orangnya bosenan.

    and benar banget orang2 yang dah lama berada di comfort zone lebih enggan menerima perubahan, bahkan perbedaan. Kecenderungan yang gua liat mereka lebih banyak mengeluh dan protes tanpa bergerak.

    dan tidak selamanya diluar sana tidak lebih baik…pasti ada sesuatu yang menjadikan kita lebih baik (red.pekerjaan). Dulu pun gua sempet ragu untuk menjadi si kutu loncat melepas segala kenyamanan tapi ternyata itu keputusan yang lebih baik dan lebih indah terasa.

    me??? i dare to leave my comfort zone..when there is any opportunities

     
    • Miranda Modjo

      March 4, 2010 at 3:14 pm

      btw mo dipindahin kemana mas???

      Anderson:
      Gelap mbak… beginilah kalo kerja di bumn🙂

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: