RSS

Prospek Pembiayaan Kopi Luwak

20 Oct

Anda penggemar kopi? Kopi apa yang biasa anda minum? Kopi Aceh kah? Kopi Lampung kah? Atau kopi Starbuck (halah…ini mah bukan salah satu jenis kopi..euy). Nah, adalagi salah satu jenis kopi asal Indonesia yang sangat terkenal yaitu kopi Luwak. Konon kopi ini merupakan salah satu yang termahal di dunia, dengan harga mencapai US$ 50 – US$ 250 atau Rp 500.000 – Rp 2.500.000 per kilogram biji kopi *sigh* Nah, sebagai bankir, bisnis yang mengundang duit ini pastilah mengundang minat gue untuk menganalisa prospek pembiayaannya😀

Informasi lebih lengkap mengenai Kopi Luwak ini bisa sodara-sodara baca disini. Intinya adalah, kopi ini berasal dari eek (alias feses alias tahi) dari mamalia bernama Paradoxurus Hermaphroditus (hmm…remind me of Asterix😀 ). Pokoknya sejenis musang gitu lah.. Nama kampungnya, Luwak. Musang ini sangat lihai memilih biji kopi terbaik, memetiknya, memakannya sampai kenyang dan setelah beberapa saat doi mules, trus buang hajat.. Lalu ‘hajatan’ musang tadi , yang masih berbentuk biji kopi, dikumpulkan oleh pengusaha kopi dan dipanggang untuk kemudian digiling menjadi serbuk kopi. Voila… ready to be served😀

Paradox_hermaph_060924_ltn

Quality Assurance-nya Kopi Luwak

Sampai disini gue bingung. Kantor gue mau membiayai apanya ya? Kebun kopinya kah? Peternakan Luwak nya kah? Atau gerai Kopi Luwaknya? Atau sekalian integrated business (oalah…istilah sok berat aja, padahal cuma mau bilang bisnis dari hulu ke hilir). Lalu gue mulai membayangkan: Satu areal yang luas yang menjadi perkebunan kopi, yang didalamnya terdapat bangunan pabrik penggilingan kopi Luwak. Layout Pabrik dimulai dari:

  1. Areal Penampungan, yang menampung biji kopi yang telah dipetik oleh petani dari kebun kopi.
  2. Areal Pra-Produksi. Dibagian ini, dengan luas yang setara dengan lapangan sepakbola, para musang yang berjumlah ribuan (supaya produksinya lebih cepat dan banyak, gitu loh) sedang kongkow-kongkow menghadapi nampan-nampan penuh berisi biji kopi. Semuanya sibuk memilih-milih biji kopi dengan kualitas terbaik dan mulai mengemut dengan cepat dan menelannya.

    Mengendus-endus sebelum menentukan biji kopi terbaik

    Mengendus-endus sebelum menentukan biji kopi terbaik

  3. Areal Produksi. Inilah bagian utama pabrik yang tak lain adalah WC-nya para musang. Disini musang-musang berwajah pucat menahan mules mulai buang hajat di tempat yang telah ditentukan. Ada juga musang-musang yang berwajah lega, sumringah karena telah menuntaskan hajatnya, dan segera kembali ke Areal Pra-Produksi. Demikian seterusnya siklus kerja para musang itu.
  4. Areal Pencucian. Areal ini penting karena yang namanya eek tetap aja sesuatu yang disgusting, menjijaikan. Makanya harus dicuci. Ini juga untuk menjaga higienitas produk kalau-kalau ada pemeriksaan dari BPPOM😀
  5. Areal Pemanggangan dan Penggilingan. Areal ini tak usah gue ceritakan detil karena sama persis dengan usaha penggilingan kopi lainnya.

Nah, mulai kebayang kan apa aja yang bisa dibiayai dari bisnis Kopi Luwak? Bisa aja bank membiayai investasi penanaman pohon kopi, atau pendirian bangunan pabriknya, atau pembelian mesin penggilingan kopinya. Yang paling lucu, bayangkanlah kalau bank membiayai pembelian mesin utama produksi, alias si musang. Bagaimana menaksir nilai nya? Berapa lama masa produktifnya? Bagaimana mengasuransikannya?

Hahaha…begitulah kalau gue lagi iseng, mikirin yang enggak-enggak. Tulisan ini murni iseng, hasil ngobrol-ngobrol bankir edhan di warung kopi belakang kantor (tentunya nggak sambil minum Kopi Luwak…tanggal 25 masih lama gituh) .

Kalau begitu, apa kopi favorit anda?

 
28 Comments

Posted by on October 20, 2009 in Serius Tapi Santai

 

28 responses to “Prospek Pembiayaan Kopi Luwak

  1. DV

    October 20, 2009 at 1:42 am

    Kopi kesukaanku waktu masih tinggal di Indonesia adalah Kopi Lampung!
    Tapi setelah di sini karena susah mendapatkan Kopi Lampung, aku beralih ke kopi Itali🙂

    Omonganmu sudah layaknya bankir kesohor, Sob!
    Diimplementasikan gih!🙂

    Anderson:
    Ngga lah, Sob… Aku cuma Yesterday Afternoon Banker alias Bankir Kemarin Sore… Lagian diwilayah kerjaku nggak ada perkebunan kopi skala menengah/ besar..

     
  2. boyin

    October 20, 2009 at 8:01 am

    aku suka kopi vietnam yang udah tercampur..strong banget campuran dari arabica, robusta, excelsia sama satu lagi lupa tuh namanya trus minumnya pake susu putih kental manis kopinya tanpa ampas lalu ditambah es batu…wuiihhh..ditemeni ama cewek vietnam lebih dasyat lagi bro…haaaa..becanda deng..

    Anderson:
    Hehehe… Bisa aja Bang Boy😀

     
  3. aurora

    October 20, 2009 at 8:17 am

    kopi luwak yah?? hmm… dari dulu aku ingin coba bang, cuma ga sempat dan ga tau mau beli dimana, soalnya kata orang sih rasanya sedap….

    NB: sedikit jijik kalau membayangkan kopi dari hajatnya luwak…

    Anderson:
    Iya..kalau suatu saat saya minum Kopi Luwak, saya akan melupakan semua yang pernah saya tulis disini…😀

     
  4. vizon

    October 20, 2009 at 11:20 am

    ouw… jadi, kopi luwak itu asal muasalnya dari bagian itu ya Son…? oh no… meski kopi itu sudah dipromosikan oleh Oprah, saya tetap tidak berkenan meminumnya… pasti gak bakal terminum. karena, setiap kali akan meneguk, pastilah terbayang asal muasalnya ini…😀

    Anderson:
    Makanya Da… kalau suatu saat disuguhi minuman Kopi Luwak, mohon postinganku ini jangan diingat dulu😀

     
  5. zee

    October 20, 2009 at 12:31 pm

    Wah saya kebetulan tea person, tapi sesekali mau juga ngopi asal kopinya enak. Sering ngeliat kopi luwak di swalayan tp belum kepikir utk beli sih…
    Saya pernah coba itu kopi aslinya simalungun…😀

    Anderson:
    Ternyata ada banyak sekali jenis kopi yah… Mungkin Kopi Simalungun rasanya ngga jauh beda sama Kopi Medan ya? Secara satu provinsi gituh…

     
  6. Afdhal

    October 20, 2009 at 12:39 pm

    kopi favoritku tuh, Cofeemix (ups, merk)
    hihihihihi…
    dihidangkan sore hari, ada gorengan, rokok..wah mantapzz tuh *sambil pake sarung*
    nikmatnyaaa

    Anderson:
    Hehehe… dihidangkan sore hari aku setuju
    ada gorengan aku setuju
    Ada rokok…hmmm…boleh lah..
    Pake Sarung??? *mencari hubungan langsungnya dengan kopi*
    Hehehe…

     
  7. Wempi

    October 20, 2009 at 12:47 pm

    Musang memang suka pilih-pilih makanan.
    mau coba pepaya luwak juga gak?😆

    Anderson:
    Oo..Luwak suka makan pepaya juga ya, Wem? Mungkin biar pencernaannya lancar, jadi ngeluarin kopi-nya jadi ngga seret *halah*

     
  8. arman

    October 20, 2009 at 3:49 pm

    gak punya kopi favorit soalnya gak hobi minum kopi. hehehe.

    Anderson:
    Gpp Bro.. lain kali kita bahas minuman favorit kamu (Apa coba?)

     
  9. Yari NK

    October 21, 2009 at 4:11 am

    Wah…. kalau manusia dikasih instink dengan cara seperti si civet cat itu, lalu keluar dengan tinja manusia, apa masih ada yang mau itu kopi luwak eh kopi manusia itu ya?? Huehehehe……

    Btw… itu maksudnya bingung pembiayaan mana yang dipilih di antara kelima areal itu yang akan didanakan??

    Anderson:
    Hahaha…dijamin ngga bakalan mau nyicip.
    Menurut Bapak pembiayaan yang mana? Integrated business aja kali ya…

     
    • Yari NK

      November 4, 2009 at 3:19 am

      Wah… sulit ya…. nggak bisa diambil keputusan “long distance” seperti ini, harus dibuat kalkulasi pro forma proyek keuntungan, dan berbagai analisa lainnya. Huehuehue…

       
  10. nakjaDimande

    October 21, 2009 at 6:57 am

    andersooonn.. serius niyh bakal ada produksi kopi luwak secara besar2an?🙂
    yang pasti bundo ga mau ikut minum.. !

    Anderson:
    Kicoklah sangenek, bundo… antah lamak bagai😀

     
  11. marshmallow

    October 21, 2009 at 8:07 am

    hahahaaa… dasar! iseng tapi menarik lho pemikirannya.
    uh, saya sendiri belum pernah mencoba kopi yang terkenal ini. emang beneran enak ya, da? enaknya gimana sih?

    luwak memang menguntungkan. dan musti dilestarikan!

    Anderson:
    Hmmm…. saya juga belum pernah nyicip, Uni, mahal gituh…😛

     
  12. Ria

    October 22, 2009 at 3:49 am

    idihhhh aku baru tau kopi luwak itu ternyata begitu…ihhhh *mengingatkan diri sendiri untuk gak nyentuk kopi luwak lagi :P*

    ihhhh masih ngebayangin ngambil biji2 kopi itu dari ee’nya si musang…ihhhhh…

    dan kalau bank itu membiayain pembelian musangnya, harusnya bank bekerja sama dengan dokter hewan biar tau siklus hidup musang….kapan musim kawin, kapan musim melahirkan dan kapan musim mati….hhihihihih😀

    Anderson:
    Hehehe… sekalian juga dibayangin musangnya pada boker masal…😀

     
  13. Ria

    October 22, 2009 at 3:50 am

    aku pernah minum kopi luwak 2 kali, karena menjamu client wantu jadi marketing….huhuhuhuhu..tolong!!😦

    Anderson:
    Marketer yang jorok😛

     
  14. frozzy

    October 23, 2009 at 7:01 am

    (Lagi ngebayangin pembiayaan buat si luwak pake skema financial lease, trus difidusia, pasangin asuransi jiwa… *makin ngaco* sambil ngopi di kafe luwak.

    Anderson:
    Hmm…kalo pengacara ikutan iseng, gini deh jadinya…pake bawa-bawa fidusia segala, hehehe😀

     
  15. omiyan

    October 23, 2009 at 7:24 am

    boleh juga jadi penasaran rasa kopinya itu…

    Anderson:
    Jantaan… pernyataan yang berani, Om😀

     
  16. frozzy

    October 23, 2009 at 10:36 am

    hahahaha tau aja si abang kalo saya lagi pengangguran banyak acara….jaah….old skool kali singkatannya.

     
  17. suprati

    October 23, 2009 at 2:27 pm

    btw, halal gak sih. kan udah nyatu dengan feces si luwak. sama aja kita makan fecesnya kan.

    Anderson:
    Hmm..iya yah…kehalalannya gimana tuh? Wah, saya ngga berani ngasih fatwa…ngga berkompeten🙂

     
  18. Ade

    October 23, 2009 at 5:35 pm

    Uda, saya baru tau asal kopi luwak setelah nonton film ‘Bucket List’.. untungnya belum pernah minum hehehehe..

    Anderson:
    Katanya di Oprah juga pernah dibahas, De…

     
  19. racheedus

    October 25, 2009 at 1:28 am

    Jangan-jangan, suatu saat Kopi Luwak diklaim juga sebagai milik negara tetangga.

     
  20. ariswara

    March 2, 2010 at 10:35 am

    tapi mana dong analisa usaha dari perkebunan s/d produksi nya koq gak ada ?

     
  21. Dinar

    July 4, 2010 at 6:02 pm

    haahah… bisa aja, kalo mau inves kopi luwak murah kok : kandang 1×1 m2 300rb,Musang 750rb, ga usah punya kbun tinggal beli kopi baru petik 4rb/kg hasilnya cma 1/4kg tapi harganya gope….. tp kalo mau bikin kebunya ya tanahnya yang mahal bibit pohonya 2500 /phon….. mudah kan. kalo ga punya tanah pake aja tanah kehutanan ( namanya PHBM Pengelolaan hutan bersama masyarakat ) gratis…. 1 ha masuk 2rb pohon

     
  22. zali

    October 26, 2010 at 12:35 pm

    aku suka kopi Arabika Gayo.. wah nikmat banget.. apalagi dengan kopi
    luwaknya..

     
  23. Kopi Luwak

    January 8, 2011 at 9:04 pm

    Apa memang benar hewan luwak hanya ada di indonesia??

     
  24. Civeto

    January 11, 2011 at 2:57 pm

    berapa harga kopi luwak yang paling murah?

     
  25. Ryan Isra

    January 26, 2011 at 5:49 am

    huahahahaha… gaya bahasa ente kocak bos… ngakak bacanya😀

     
  26. Gomat

    April 14, 2011 at 10:20 am

    aq lgi bikin nih peternakan musang luwak..ada yang mau ikutan?

     
  27. Newbie

    May 29, 2011 at 12:51 pm

    Wkwkwkwkwk…
    Makasih Bro. Selain dapat ilmu, menghibur pula.
    Bravo…!!!

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: