RSS

You Don’t Know What You’ve Got Until It’s Gone

16 Oct

Wah…judulnya panjang kabeh… Boso londo, pula…  Beberapa hari ini gue memang sering muter lagu dengan judul tersebut diatas, yang dinyanyiin sama grup Rock tahun 80-an, Cinderella. Suara perut yang serak melengking dari vokalisnya, yang keluar dari speaker kualitas pas-pasan di PC gue dikantor cukup bikin geleng-geleng kepala tetangga booth gue. Beruntung bos gue yang masa ABG-nya dilalui pas Led Zeppelin lagi jaya-jayanya ternyata juga penggemar musik cadas dan paham banget lagu itu. Jadi, alih-alih nyuruh gue ngecilin volume speakernya, kita malah ngebahas keunggulan dan kelemahan grup musik Cinderella ini!! *gubrak*

Loh, kok malah mbahas musik rock… Let’s get back to the topic. Ya, semua juga ngerti arti idiom diatas, kamu ngga pernah benar-benar tau apa yang kamu miliki sampai kamu kehilangannya.. (ah..terjemahan yang buruk sekali, tapi kira-kira begitulah artinya..). Terjemahan bebasnya, kadang-kadang kita ngga menyadari betapa berartinya sesuatu yang kita miliki dan baru sadar demikian adanya setelah kita kehilangannya.

Konteksnya bisa dalam hal apa aja. Penggila sepakbola pasti tau kisah Samuel Eto’o yang dulu adalah pemain klub sepakbola Real Madrid FC, disia-siakan, trus dibiarkan pergi ke klub lain, dan akhirnya bersinar terang di klub seteru abadinya, Barcelona FC. Tak terucap, tapi jelas penyesalan pasti timbul di benak orang-orang yang pernah mencampakkannya. Begitulah, they don’t know what they’ve got until it’s gone

Idiom ini bisa juga berlaku buat pasangan kekasih, entah itu masih dalam tahap pacaran atau udah jadi suami isteri. Tak jarang pertengkaran terjadi diantara pasangan kekasih karena ketidak puasan salah satunya terhadap suatu masalah tertentu. Dengan sedikit bumbu emosi, ditambah ketergesa-gesaan mengambil keputusan, terjadilah perpisahan. Seiring berjalannya waktu, dalam kondisi yang lebih rasional, tidak jarang rasa penyesalan muncul. Begitulah, you don’t know what you’ve got until it’s gone..

Seseorang bisa aja selalu mengeluh karena hanya mampu memiliki sepeda motor tua untuk menunjang aktivitasnya sehari-hari. Ketika sepeda motor itu rusak-karena nggak mendapatkan perhatian yang layak dari pemiliknya- dan ia kesusahan harus naik turun angkot, barulah ia menyadari betapa berharganya sepeda motor tuanya itu. Begitulah, he doesn’t know what he’s got until it’s gone

Makanya supaya sodara-sodara enggak menyesal kehilangan sesuatu yang berharga, padahal kamu pernah memilikinya seutuhnya, coba aja melakukan hal-hal berikut:

  1. Selalu bersyukur dengan yang dimiliki saat ini, karena dengan bersyukur kita akan bisa lebih menghargai apa yang kita miliki, tanpa banyak complain.
  2. Banyak-banyaklah bersabar, karena dengan bersabar kita lebih tenang menghadapi situasi yang menurut kita saat ini nggak sesuai harapan. Mudah-mudahan kedepannya nanti terjadi perubahan yang sesuai harapan.
  3. Jangan terburu-buru mengambil keputusan, karena keputusan yang diambil dalam kondisi tergesa tak jarang berakhir nelangsa. Penyesalan dikemudian hari belum tentu memberi peluang kepada kita untuk memperbaikinya. Real Madrid buru-buru menjual Samuel Eto’o karena merasa pemain itu nggak mempunyai prospek cerah di sana untuk kemudian menyesal terhadap fakta bahwa Eto’o lah yang jadi aktor penting kesuksesan Barcelona FC selama beberapa tahun terakhir ini.
  4. Ingatlah hal yang baik-baik saja dengan hal yang kita miliki saat ini. Kalau misalnya pasangan kekasih sedang bertengkar, ingatlah masa-masa indah ketika kalian pertama kali jatuh cinta satu sama lain. Ingatlah masa-masa indah kalian berlibur di Pattaya (misalnya, loooh…). Mudah-mudahan itu bisa menjauhkan kalian dari niat untuk berpisah.

Hmm…apa lagi yah? Mungkin sodara-sodara punya pendapat lain atau mau nambahin tips Anti-Penyesalan-Kemudian, monggo

 
27 Comments

Posted by on October 16, 2009 in Santai

 

27 responses to “You Don’t Know What You’ve Got Until It’s Gone

  1. DV

    October 16, 2009 at 2:39 am

    Wah hebring!!! Permenungan lewat lagu… Lagu lama lagi..:) Keliatan kalo orang lama hahahha :))

     
    • soyjoy76

      October 16, 2009 at 8:16 am

      Hehehe…iya Bro..dulu ampe hafal lirik lagunya😀 Kebetulan aja kemaren lagi menghayati kembali liriknya trus terinspirasi untuk bikin posting..

       
  2. vizon

    October 16, 2009 at 6:20 am

    satu lagi… perbanyak mengingat kesalahan sendiri, sehingga dapat memperbaiki diri dan tidak mengulangi kesalahan yang sama di kemudian hari…

    mantap kali renungannya bang…😀

     
    • soyjoy76

      October 16, 2009 at 8:21 am

      Makasih Uda, poin tambahan yang bijaksana dari Uda.
      Yak..ayo..ayo…siapa lagi yang mau nambahin tipsnya..ayo..ayo…

      Btw, OOT… ini posting pertama ku pake scheduled publishing loh…berkat ajaran Guru Vizon😀

       
    • Eka Situmorang-Sir

      October 19, 2009 at 4:30 am

      Setuju sama Uda.
      TOS da.

       
  3. marshmallow

    October 16, 2009 at 1:14 pm

    intinya syukur nikmat ya, da sonny?
    tulisan yang bagus, da. terima kasih sudah mengingatkan.
    *jadi kangen sama para mantan kekasih yang dulu saya putusin*

    kekekekekk…

     
    • soyjoy76

      October 20, 2009 at 12:49 am

      Makasih, Uni… Yup..intinya memang harus mensyukuri nikmat

       
  4. nh18

    October 16, 2009 at 1:58 pm

    Saya setuju sekali dengan yang nomer 4 …
    Ingat yang baik – baik saja …

    Ini sepertinya biasa-biasa saja …
    Namun bagi saya … ini sungguh luar biaya

    Salam saya Pak

     
    • soyjoy76

      October 20, 2009 at 12:53 am

      Cilokonya Pak…kadang-kadang sering terjadi ketika ada masalah, yang diingat adalah: kamu ngga bisa ini… kamu ngga bisa itu… elo nggak mau begini… elo ngga mau begitu… Beeuuh.. makin kacau jadinya..

       
  5. racheedus

    October 16, 2009 at 3:12 pm

    Tiga hari lalu, seorang perempuan paruh baya datang ke kantor. Dulu, ia mencampakkan suaminya yang jadi karyawan warung nasi goreng. Ia berselingkuh dengan seorang karyawan BUMN, hingga kini jadi istri muda. Setelah sang mantan suami digugat cerai, mantan suami itu justru diangkat PNS dan kini mempunyai masa depan cerah. Perempuan itu pun kini hanya bisa meratapi kebodohannya. Menjadi istri muda pun hanya jadi prioritas sekian dari suaminya sekarang. Sementara mantan suami sudah tak lagi mencintai.

     
    • soyjoy76

      October 20, 2009 at 1:00 am

      Contoh lain, sodara-sodara…
      Makasih Pak racheed..😀

       
  6. arman

    October 16, 2009 at 4:44 pm

    bener banget tuh…
    jangan sampe menyesal di kemudian hari ya…

    harus selalu mensyukuri atas yang udah dapet sekarang… dan jangan take it for granted.🙂

     
    • soyjoy76

      October 20, 2009 at 1:02 am

      Ya..kalo take it for granted, jadinya agak kurang menghargai.. Gitu kan, Bro?

       
  7. boyin

    October 17, 2009 at 3:53 am

    bro kayaknya angkatan gue nih…haaaa

     
    • soyjoy76

      October 20, 2009 at 1:09 am

      Hahaha… waktu Bang Boy ABG musik yang lagi ‘in’ apa? Duran-Duran kah? Queen kah? Atau Guns N’ Roses?
      Waktu saya ABG, grup yang pertama dan kedua sedang mengalami penurunan performa, grup yang terakhir…baru mulai naik daun.. Nah..

       
  8. nanaharmanto

    October 17, 2009 at 3:39 pm

    Salam kenal, Uda…
    saya nyasar ke sini, dan baca-baca…

    hmmm…nice posting…

    Orang bilang, penyesalan selalu datang terlambat, -setelah sesuatu terjadi, setelah kita kehilangan barang kesayangan atau orang tercinta.

    Merawat barang yang terlihat dan terbeli -motor dan mobil, menyimpan dan menggosok perhiasan agar mengkilat, oh, alangkah mudahnya.

    Tapi kita sering lupa untuk merawat yang tak kelihatan. Cinta dan kasih sayang adalah benda, sesuatu, “it” yang nggak terlihat. (Yang nampak gejalanya saja, bukan?)

    Terkadang, orang mengkritik, mencela, bahkan memukul pasangan hingga dia sakit hati, lalu memilih berpisah.
    Mengabaikan anak, hingga mereka “menjauh”.

    Saat kehilangan orang-orang tercinta itu, baru menyesali kehilangan cinta yang tak terlihat dan tak terbeli itu, padahal sebelumnya ada dalam genggaman…

    salam,
    nana

     
    • soyjoy76

      October 20, 2009 at 1:12 am

      Salam kenal, Mba…
      Kayaknya Mba udah paham bener nih sama idiom ini..hehehe😀

       
  9. Ria

    October 18, 2009 at 10:21 am

    wew…tipsnya oke banget tuh mas🙂
    nanti boleh lah tak aplikasiin…

    jadi aku ngiri liat dirimu dan uda vizon bisa kopdar…kapan bisa kopdar sama ria yg cerewet ini???

    loh….lohhhh baru kenal udah ngajak kopdar…piye iki😀

     
    • soyjoy76

      October 20, 2009 at 1:14 am

      Loh… Uda Vizon bisa jadi arranger-nya tuh..hehehe😀

       
  10. Eka Situmorang-Sir

    October 19, 2009 at 4:37 am

    Well, trick kalo lagi sebel inget yg baik2 ajah itu bener banget!
    well tips2 kalo dtg dari yg udh pernah ngalamin itu mujarab deh🙂

     
    • soyjoy76

      October 20, 2009 at 1:16 am

      hehehe…you bet, sis… Sebagian dari pengalam pribadi, sebagian ngeliat lingkungan sekitar..

       
  11. Afdhal

    October 20, 2009 at 12:33 pm

    Tips anti-penyesalan dari saya adalah :
    Laksanakan 4 Tips diatas
    hehehehe

    thanks bro atas tips’nya
    :p

    Anderson:
    Sama-sama, Dhal…

     
  12. Ade

    October 23, 2009 at 5:34 pm

    bener Uda, kadang kita baru bisa menghargai apa yang sudah kita miliki, pada saat sesuatu/seseotang itu udah bukan milik kita lagi.. penyesalan emang selalu datang belakangan, klo datang duluan mukan penyesalan namanya kan hehehehe😀 *komen ga jelas nih*

    Anderson:
    Kalau datang duluan. namanya Parno, De…😀

     
  13. Yari NK

    October 29, 2009 at 12:40 pm

    Ini mungkin menyangkut orang yang tidak tahu bersyukur atau orang yang tidak bisa menerima apa adanya. Seseorang ataupun benda apapun pasti masing2 ada kelebihan dan kekurangannya. Biasanya kita lebih membandingkan kekurangan daripada kelebihannya. Padahal kalau kita melihat kelebihan dari seseorang walaupun hanya sedikit jikalau dapat dimaksimalkan dan dapat berbagi untuk yang lain mungkin hasilnya akan “mengejutkan”.

    Yang penting bersyukurlah dengan segala sesuatu yang telah diberikan dan berusahalah untuk berfikir positif serta berperilaku positif guna mendapatkan keuntungan yang maksimal dari kelebihan yang minimal… **halaah ngomong apa aku ini** huehuehue…:mrgreen:

    Anderson:
    Saya suka komentar Bapak yang ini: “…mendapatkan keuntungan yang maksimal dari kelebihan yang minimal…”

     
  14. Yari NK

    October 29, 2009 at 12:41 pm

    Wak… komenku yang di artikel ini tertelan akismetkah??😦

    Anderson:
    Sumpe Pak…saya ngga nyuruh si Akismet nyensor komen Bapak… Itu maunya sendiri… tuh kan, dah saya tampilin sekarang😀

     
  15. ikkyu_san

    November 2, 2009 at 10:11 am

    Semua orang mungkin sudah tahu ya frase itu, tapi …. biasanya tidak sadar alias lupa diri. Point 1 sampai 4 juga sudah “berusaha” dijalankan. Juga seperti kata Pak Yari, kita harus bersyukur dan menerima kekurangan. Itu juga benar sekali. Semua benar, tapi masih saja terjadi. Sebagai tambahan, saya kadang-kadang mengandaikan sesuatu atau “mencoba menghilangkan” sesuatu. Diam, dan membayangkan jika “dia” tidak ada, apa yang akan terjadi pada diri ini. Satu-per-satu orang/benda di sekeliling kita, semacam semedi… Dan hasilnya, biasanya kita bisa refreshing dan memulai hubungan dengan energi baru. Kalau dalam agama saya, namanya Retreat/rekoleksi.

    EM

    Anderson:
    Hmm…saya pernah dengar soal itu Mba. Saya rasa, dengan ‘simulasi kehilangan’ seperti itu akan membuat kita semakin menghargai ‘dia’ . Makasih tips praktikal-nya Mba..

     
  16. imoe

    November 4, 2009 at 7:41 am

    Ini menelanjangi kita semua… hik hik hik jadi malu

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: