RSS

Bundo Kanduang Menangis..

02 Oct

Ah… tak ada yang bisa kuungkapkan tentang bencana yang melanda kampung halamanku. Terlalu pilu untuk membayangkan penderitaan yang dialami saudara-saudaraku, teman-temanku dan warga kampungku. Terlalu rumit buatku untuk memahami hikmah dibalik semua tragedi ini. Belum reda tawa riang para keluarga yang berkumpul di hari yang fitri. Belum pula habis waktuku memandangi foto-foto keriangan itu. Walaupun aku tahu persis, dan selalu bilang: You can suddenly feel the happiness right after you feel a very deep sorrow. Either way, your happiness might turn into sadness just in a blink of an eye. Tetap saja aku ngga ngerti. Alunan saluang sayup-sayup mengantar tayangan kehancuran masif yang melanda kampung halamanku. Basah mataku membayangkan penderitaan mereka. Aku hanya bisa menyaksikan semuanya lewat televisi. Entah harus bersyukur atau menyesal karena aku dan anak isteriku meninggalkan kota itu tiga hari lebih cepat dari bencana itu terjadi. Entahlah. Kata orang aku beruntung, karena terhindar dari bencana yang bukan ngga mungkin merenggut nyawaku, nyawa isteriku atau anakku. Tapi bukan masalah aku terhindar dari mautnya yang mengganggu pikiranku. Ingin rasanya aku ada diantara kerabat-kerabatku itu, berbagi kesusahan dengan mereka. Betapa mereka saat ini hidup dalam ketakutan, tanpa penerangan dan kesulitan air bersih. Bundo kanduang menangis. Alunan saluang mengiringi tangisnya melepas kepergian anak, suami, isteri, ayah, ibu dan ninik mamak menuju Sang Pencipta. Doaku untuk saudaraku yang berpulang ke Rahmatullah. Doaku untuk ketabahan kerabat yang ditinggal. Doaku untuk keselamatan ranah minang. Doaku untuk keselamatan negeriku. Alunan saluang sayup-sayup terdengar…

 
15 Comments

Posted by on October 2, 2009 in Uncategorized

 

15 responses to “Bundo Kanduang Menangis..

  1. boyin

    October 2, 2009 at 10:54 am

    Turut berduka ya bro, saya rasa ini duka nasional. seluruh rakyat Indonesia merasakan keprihatinan ini. belum selesai masalah gempa dan tanah longsor di Tasikmalaya kini sudah dihadapkan oleh gempa padang. Saya berharap Tuhan menguatkan bagi sodara2 kita yang terkena musibah ini.

     
  2. arman

    October 2, 2009 at 9:34 pm

    wah asalnya dari padang ya?

    ikut berduka cita yaaa….

     
  3. DV

    October 2, 2009 at 9:43 pm

    Turut berduka untuk gempa Minang, Bro!
    Ada saudaramu yang terkena?

     
  4. soyjoy76

    October 4, 2009 at 12:23 am

    @boyin
    Makasih bang.Mudah-mudahan negeri kita dijauhkan dari musibah seperti ini.lagi.

    @arman
    Yoi Bro,gue padang tulen,gede di perantauan:-) Makasih ya..

    @DV
    Makasih Bro. Keluarga gue semuanya selamat.Kerugian materil yang minor sih ada,tp semua orang mengalaminya bukan?

     
  5. frozzy

    October 5, 2009 at 4:47 am

    saya sampai tidak bisa berkata-kata melihat banyaknya korban yang berjatuhan akibat gempa di Padang sana. semoga mereka semua dikuatkan agar bisa bertahan dan ikhlas menerima cobaan ini…amin

     
  6. vizon

    October 5, 2009 at 4:52 am

    Musibah ini adalah takdir yang harus kita terima dengan kelapangan hati. Masalah utamanya sekarang adalah sikap kita menghadapinya, marah atau sabar? Dan semua itu akan menunjukkan bagaimana kualitas iman dan diri kita…

    Son, insya Allah rabu besok saya ke Padang. Ada rencana pulang ke Duri, mudah-mudahan ada waktu untuk mampir di Pekanbaru. Tolong emailkan nomer hape-mu ya, thanks…

     
  7. soyjoy76

    October 5, 2009 at 8:52 am

    @Frozzy
    Amieen… gue juga speechless melihat tayangan kehancuran yang masif ini..

    @vizon
    ..Udah di email no hp nya ke Uda. Jangan lupa kalo ke Pekanbaru mampir ya, Uda..

     
  8. -moRis-

    October 6, 2009 at 8:35 am

    Turut berduka…
    Smoga Tuhan pulihkan Indonesia dengan cepat.

     
  9. racheedus

    October 7, 2009 at 11:33 pm

    Mudahan musibah ini bisa dimaknai sebagai wujud kasih sayang-Nya kepada para hamba-Nya. Mungkin ada blessing in disguised yang kelak kita akan sadari.

     
  10. Yari NK

    October 8, 2009 at 3:39 am

    Musibah memang bisa datang kapan saja tanpa diundang, termasuk bencana alam tentu saja. Namun begitu, umat manusia dilarang berputus asa dan bersedih berkepanjangan. Tentu saja kita semua berduka atas musibah bencana alam gempa bumi yang menimpa saudara2 kita di Sumbar, semoga Allah swt memberikan kekuatan bagi mereka yang tengah tertimpa musibah. Amin.

     
  11. imoe

    October 10, 2009 at 11:14 am

    Maka kita harus melewatinya tanpa mengeluh…

     
  12. marshmallow

    October 12, 2009 at 8:06 am

    bencana ini memang sangat menyakitkan, da. apalagi terjadinya di tempat yang begitu dekat di hati, di mana banyak kerabat dan orang-orang terkasih tinggal. duka mendalam buat para korban gempa sumbar dan jambi, semoga allah memberi ketabahan, serta tempat yang baik di sisinya bagi mereka yang sudah mendului.

     
  13. Eka Situmorang-Sir

    October 13, 2009 at 9:06 am

    Ah, saya mengerti. Sulit tentu bagaimana menyikapinya.
    Antara bahagia krn selamat namun disisi lain juga sedih atas bencana ini.

    Turut berduka mas…. masyarakat minang tidak sendiri…
    kami saudara setanah air turut merasakan.

    salam, EKA

     
  14. Ade

    October 23, 2009 at 5:27 pm

    Sedih banget Uda, liat keadaan kota Padang pasca gempa..😦
    Semoga bisa cepat pulih kembali.. Amiin

     
  15. friv

    September 22, 2016 at 2:34 pm

    Concrete slabs in basement and garage were poured on Tuesday. We had rain again on Thursday. Lumber delivered. Framing starts Monday. Can’t wait.

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: