RSS

Daily Archives: October 2, 2009

Bundo Kanduang Menangis..

Ah… tak ada yang bisa kuungkapkan tentang bencana yang melanda kampung halamanku. Terlalu pilu untuk membayangkan penderitaan yang dialami saudara-saudaraku, teman-temanku dan warga kampungku. Terlalu rumit buatku untuk memahami hikmah dibalik semua tragedi ini. Belum reda tawa riang para keluarga yang berkumpul di hari yang fitri. Belum pula habis waktuku memandangi foto-foto keriangan itu. Walaupun aku tahu persis, dan selalu bilang: You can suddenly feel the happiness right after you feel a very deep sorrow. Either way, your happiness might turn into sadness just in a blink of an eye. Tetap saja aku ngga ngerti. Alunan saluang sayup-sayup mengantar tayangan kehancuran masif yang melanda kampung halamanku. Basah mataku membayangkan penderitaan mereka. Aku hanya bisa menyaksikan semuanya lewat televisi. Entah harus bersyukur atau menyesal karena aku dan anak isteriku meninggalkan kota itu tiga hari lebih cepat dari bencana itu terjadi. Entahlah. Kata orang aku beruntung, karena terhindar dari bencana yang bukan ngga mungkin merenggut nyawaku, nyawa isteriku atau anakku. Tapi bukan masalah aku terhindar dari mautnya yang mengganggu pikiranku. Ingin rasanya aku ada diantara kerabat-kerabatku itu, berbagi kesusahan dengan mereka. Betapa mereka saat ini hidup dalam ketakutan, tanpa penerangan dan kesulitan air bersih. Bundo kanduang menangis. Alunan saluang mengiringi tangisnya melepas kepergian anak, suami, isteri, ayah, ibu dan ninik mamak menuju Sang Pencipta. Doaku untuk saudaraku yang berpulang ke Rahmatullah. Doaku untuk ketabahan kerabat yang ditinggal. Doaku untuk keselamatan ranah minang. Doaku untuk keselamatan negeriku. Alunan saluang sayup-sayup terdengar…

 
14 Comments

Posted by on October 2, 2009 in Uncategorized