RSS

The Hulk

07 Aug

Hulkmovie_3_1024Dalam dunia perkomikan, yang belakangan sering menjelma menjadi film Box Office, ada satu tokoh superhero yang cukup terkenal, The Hulk. Pertama kali muncul ditahun 1962 dalam komik terbitan Marvel Comics berjudul The Incredible Hulk, tokoh ini langsung merebut hati para penggemar cerita-cerita superhero sampai dijadikan serial tv (tahun 80-an) dan diangkat ke layar lebar (2003 dan 2008). Kalau menurut gue sih sebenarnya ini bukan film tentang superhero. Biasanya hero kan pahlawan, pembela kebenaran, suka menolong orang dan mencegah kejahatan. Lha, The Hulk ini malah kerjaanya bikin kerusakan, ngamuk-ngamuk sampai jadi buron polisi.

Alkisah, Dr. Bruce Banner yang terkena sinar Gamma ketika sedang melakukan eksperimen di lab-nya (ceroboh bener nih orang😀 ). Akibatnya sisi lain dari dirinya sewaktu-waktu bisa muncul dalam wujud yang menakutkan: monster besar yang secara fisik masih kek manusia dengan tubuh kuat bak gatotkoco dan berwarna ijo. Mungkin analoginya dengan cerita di Indonesia Buto Ijo kali ye… Apa Kolor Ijo? *halah, ngelantur* Dr. Bruce Banner akan berubah menjadi The Hulk apabila ia sedang merasakan emosi, sangat tertekan, terteror atau kesedihan yang mendalam. Perubahan wujud itu terjadi diluar kontrol si mister dan biasanya setelah amarahnya mereda dan ia kembali ke wujud aslinya, Bruce Banner yang cupu ini nggak sadar apa yang terjadi. Tau-tau ia udah berada disuatu tempat sepi tanpa baju (udah robek karna ukuran tubuh The Hulk jauh lebih besar darinya dan akan terus membesar sesuai tingkat kemarahannya!!) dan celana yang udah compang-camping (logika gue bilang, seharusnya kalo dah kembali ke wujud asalnya, seharusnya Bruce Banner jadi bugil…lha wong badannya membesar sekian kali lipat bajunya jadi robek, masak celananya nggak ikut robek karna kaki dan onderdil dibalik celananya ikut membesar??) *pembahasan ngga penting* Ia juga ngga sadar, selama jadi The Hulk itu, ia udah ngamuk-ngamuk, menghajar pihak-pihak yang menyaktitinya, merusak properti yang menghalanginya, mbanting-banting tank ama helikopter.

Okeh, cukup cerita soal the Hulk karna selain ngga memiliki kemampuan meresensi dengan baik, gue juga ngga lagi pengen meresensi sebuah film kayak Uda ini. Gue cuma mau tanya kepada sodara-sodara, gimana cara mengendalikan amarah ketika ‘The Hulk’ pada diri anda serasa akan keluar dan mulai merusak dan memporak-porandakan yang ada disekeliling anda? Mungkin sodara-sodara mengklaim: “wah, saya ndak pernah terekspose sinar Gamma, jadi ndak punya The Hulk didalam diri saya :-p”. Hmm..ya, maksud gue mungkin ada cara yang efektif sehingga amarah yang mulai terasa, baik itu karena emosi, sangat tertekan, terteror atau kesedihan yang mendalam ngga terwujud dalam kemarahan yang diluar kontrol. Karna seringkali orang yang marah nggak sadar apa yang terjadi dan baru menyadari ‘kerusakan’ yang telah dibuatnya setelah kemarahannya mereda. Let’s share your thought, in an applicable and practical ways hopefullyJust incase if I (or you) were exposed to that Gamma-ray😀

 
15 Comments

Posted by on August 7, 2009 in Santai

 

Tags: , , , ,

15 responses to “The Hulk

  1. vizon

    August 7, 2009 at 5:23 am

    Amarah itu membuat darah kita mengalir ke otak lebih banyak. Sehingga perlu didinginkan secara eksplisit. Maka, anjuran Nabi adalah berwudhu. Yakni, mendinginkan kepala dengan air. Karena air wudhu mengandung unsur spiritualitas, maka tentu saja lebih sedikit efektif daripada sekedar guyuran air biasa. Dengan berwudhu berarti kita berusaha meredam amarah tadi dengan tetap berada pada kesadaran diri, sehingga tidak terjebak dalam lingkaran yang akan berakibat lebih buruk…

    Btw, dulu waktu kecil, kami tidak menyebut Hulk dengan Hulk, tapi David. Kalau sudah waktunya film David, eh Hulk, kami akan berbondong-bondong nontonya, maklumlah tipi masih sedikit dan baru ada di balai… jadul banget saya ya…? jiks😦

     
  2. AFDHAL

    August 7, 2009 at 7:08 am

    sepakat dengan uda, harusnya wudhu
    tapi kalo lagi bener2 lepas kontrol gimana donk??

    btw, kunjungan balik,
    salam kenal mas

     
  3. soyjoy76

    August 7, 2009 at 8:43 am

    @vizon
    kadang berhasil, kadang ngga berhasil Uda. Apa karna wudhunya ngga sempurna? hehehe…
    Sama Da…secara Duri – Dumai bukan jarak yang terlalu jauh, ditempatku pun dulu menyebutnya Film David..entah kenapa. Padahal nama tokoh nya Bruce Banner, nama bintang Hulk-nya Lou Ferigno..

    @Afdhal
    hehe…senang Mas Afdhal berkenan kunjungan balik kemari. Semoga ikatan silaturrahmi ini dapat terjalin dengan baik…

     
  4. racheedus

    August 7, 2009 at 10:27 am

    Waktu pertama kali liat film Hulk, saya juga heran, kok celananya nggak ikutan sobek semua ya? Hmm… Emang nggak penting, ya?

    Amarah merupakan anugerah Tuhan agar makhluk-Nya berani mempertahankan diri. Tapi amarah yang tak terkendali justeru bisa jadi musibah.

     
  5. imoe

    August 7, 2009 at 1:04 pm

    Saran ambo da son, segeralah ke kamar mandi dan isi mbak mandi penuh-penuh, kemudian kunci kamar mandi, lalu bersihkan kamar mandi, alurkan amarah ke lantai kamar mandi, sekalipun sudah bersih sikat lagi, lalu setelah capek, berendamlah dalam bak mandi itu…setelah emosi berkurang, keluar dari bak mandi, lalu ganti baju dan buatlah mie rebus…lalu nyantai nyantai lagi..OK

     
  6. Yari NK

    August 8, 2009 at 5:21 am

    Huahahaha…. iya aturan ketika jadi Hulk… itu celana ikut robek sama sekali dan nggak mungkin bisa nempel lagi di pinggang kecuali sebelumnya dia pakai celana ukuran raksasa!!😆

    Si Hulk memang “superhero” unik… dia memang suka marah2 dan ngamuk2 nggak jelas, tetapi untungnya yang suka bikin ngamuk dia itu orang2 jahat…. begitulah sepertinya skenarionya sudah difikirkan juga sehingga “image” hulk tidak terlalu jelek di mata pemirsanya.. huehehe…

     
  7. marshmallow

    August 8, 2009 at 6:35 am

    mungkin dr. banner udah ngerti resiko dia menjadi hulk, makanya dia bikin celana yang super melar, persis cerita “the incredible”. hehe.

    menghadapi rasa marah berlebihan? wah, kayaknya komentar uda vizon udah paling tepat tu, da sonny.

     
  8. Im Not Star

    August 8, 2009 at 10:46 am

    Imajinasi yang sangat kreatif aku pikir, meskipun sampai sekarang belum kepikiran, kalau dalam dunia nyata..berapa baju dalam satu hari yang rusak hahahahaa… tak terbayang juga setelah sadar kembali menjadi manusia biasa koq bajunya bisa rapih lagi.. heu heu heu…

     
  9. arman

    August 9, 2009 at 4:47 am

    kalo menurut saya sih kalo lagi marah mendingan dikeluarin. jangan dipendem2 ntar malah dendam… mendingan keluar trus kelar..

     
  10. zee

    August 9, 2009 at 8:03 am

    yoi,
    kalo marah jgn simpan2…. daripada stress sendiri.
    ungkapkan saja, terus terang, kalo harus berantem ya gpp yg penting masalah clear…🙂

     
  11. soyjoy76

    August 10, 2009 at 3:26 am

    @Pak Racheedus
    iya pak, anugerah yang kalau kita bisa mengendalikannya akan membawa hikmah yang luar biasa..

    @Imoe
    Wakakaka….saran luar biaso, intinya: alihkan energi amarah ke bentuk yang lain toh?🙂

    @Yari
    ya, mungkin image-nya adalah manusia (atau monster) super yang terus menerus di zholimi orang karena ‘keanehan’nya itu..

    @Uni Marshmallow
    Iya..Uda VIzon selalu bisa dijadikan rujukan spiritual lewat tulisan-tulisannya di blog😀 Yours, as well..hehehe

    @Im Not Star
    If you are not a star, then who are you? hehehe… Padahal Dr. Banner itu sejak dikejar2 aparat, stok kemejanya ngga banyak loh. Kerjaannya pun nomaden..

    @Arman
    ya, kadang mengeluarkan amarah dengan takaran yang wajar itu yang susah Bro.

    @zee
    sama kek komentar gue ke arman, mba.. kalau harus berantem, biarkan Bruce Banner yang berantem, jangan Hulk yang keluar terus berantem, bisa berabe…😀

     
  12. omiyan

    August 10, 2009 at 7:58 am

    tapi tetep susah terkadang pada saat amarah memuncak ada keinginan untuk menghentikan amarah tersebut walau susah juga

     
  13. DV

    August 11, 2009 at 3:27 am

    Aku selalu prihatin kalo ngeliat Hulk🙂
    Ini beneran, sejak kecil aku nggak terlalu seneng nonton Hulk karena, benar katamu Bro, Hulk bukan sosok superhero, kalaupun ia bertindak pahlawan, ia sedang tidak sadar karena sedang marah-marah dan marah :))

    Aku suka bagian akhir tulisanmu, kita memang perlu bercermin pada Hulk. Bukan soal sinar gamma-nya tapi soal perangai yang ada ketika kita dikuasai marah.

    Ah…🙂

     
  14. Ade

    August 13, 2009 at 2:32 am

    hmm buat ngontro emosi ya uda..
    abis nonton hulk, nonton anger management aja😉

     
  15. soyjoy76

    August 13, 2009 at 3:10 am

    @omiyan
    Iya Om, kalau dah ‘on fire’ kadang jadi susah untuk memadamkannya..🙂

    @DV
    Yeah, selalu ada hal kecil yang bisa kita ambil hikahnya, bahkan dari film Hulk, ya gak, Bro?

    @Ade
    Anger Management yang maen Robert deNiro ya De? *mengubek-ubek koleksi dvd bajakan saya*

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: