RSS

Untung Udah Diasuransikan…

14 Jul

Beberapa tahun terakhir ini dunia perbankan semakin gencar menawarkan produk non-tabungan yang dikombinasikan dengan instrumen keuangan lainnya seperti asuransi maupun investasi surat berharga lainnya. Mereka menyebutnya Bancassurance. Ngga kayak instrumen perbankan konvensional seperti tabungan dan deposito, produk-produk bancassurance umumnya menjanjikan imbal hasil (yield) yang lebih menggiurkan. Tentunya risiko investasinya juga tinggi. Mungkin banyak diantara sodara-sodara yang ditawari oleh marketing dari suatu bank, yang menawarkan produk simpanan berbasis reksadana lah, deposito dual currency lah, simpanan+asuransi lah, dll. Pokoke namanya macam-macam. Nah…kebetulan isteri gue kerjaannya jadi marketing produk perbankan semacam itu. Dari hasil wawancara gue dengan sang isteri (halah…bahasa gue sok intelek gini…:-D) terungkaplah bahwa memasarkan produk perbankan yang dikawinkan dengan asuransi adalah termasuk yang paling susah (sampel adalah calon nasabah di Pekanbaru). Apalagi produk asuransi murni. Kok bisa?

Gue rasa itu karena image asuransi selama ini yang (1) seolah-olah kayak uang hilang karena uang pembayaran premi akan hangus kalo ngga ada klaim atau (2) nagih preminya gencar tapi giliran ada klaim urusannya akan ribet setengah modar atau (3) —silahkan anda yang anti asuransi mengisi sendiri— Alhasil, susah sekali meyakinkan orang-orang, para nasabah potensial ini, untuk berinvestasi di produk berbasis asuransi. Gue bisa memaklumi alasan mereka, karna walopun bukan anti asuransi tapi gue termasuk orang yang enggak mengasuransikan barang-barang berharga gue (kcuali dipaksa sama yang ngasih KPR😛 ). Begitulah.

Tapi gimana kalo seandainya kejadian yang seharusnya bisa ditutup asuransi tapi engga diasuransikan itu terjadi? (hahaha…kalimat yang membingungkan ya?) Menyesalkah? Hmm…walo ngga terucap, dalam hati pasti jawabannya iya. Namanya juga konsekuensi suatu pilihan, kalo diasuransikan trus ngga ada kejadian apa-apa, ya uang preminya direlakan saja. Kalo diasuransikan trus ada kejadian, ya paling engga pembayaran klaim dari asuransi bisa dijadikan penawar kesedihan hati.

Begitulah. Untungnya di dunia bisnis semua potensi risiko itu harus diasuransikan, karena biaya premi yang dibayarkan itu adalah cost of doing business. Bank ngasih kredit untuk beli rumah, rumahnya kudu harus wajib diasuransikan. Jadi kalo rumahnya kebakar selagi kreditnya belum lunas, klaim asuransi bisa dijadikan sarana pelunasannya. Bank mbayar perusahaan jasa keamanan transportasi fisik uangnya juga harus diasuransikan. Kalo enggak, wah bisa gawat.

Coba liat kasus perampokan uang Bank BNI yang dibawa sama mobil pengantar uang  dengan keamanan berlapis. Mobil yang rencananya akan membawa uang tunai kekantor pusat di daerah Sudirman, Jakarta ditabrak oleh mobil si perampok, trus kayak di film-film Hollywood polisinya dilumpuhkan dan mobilnya direbut. Untungnya setiap kali pengiriman uang seperti itu selalu ditutup oleh asuransi. Bayangkan seandainya kegiatan pemindahan fisik uang itu ngga diasuransikan, weleh… uang sejumlah Rp 15 miliar yang digondol si perampok pasti menjadi rugi absolut buat BNI. Ujung-ujungnya para karyawan bank malang itu pasti deg-degan lagi membayangkan jasa produksi yang berpeluang terganggu😦 Iya kalo Rp 15 miliar aja. Kalo besok-besok kejadian lagi, trus raib Rp 100 miliar… waah…ciloko itu.

Nah, gimana dengan anda? Apakah anda sudah mengasuransikan barang-barang berharga anda?

 
16 Comments

Posted by on July 14, 2009 in Serius Tapi Santai

 

16 responses to “Untung Udah Diasuransikan…

  1. frozzy

    July 14, 2009 at 10:44 am

    hmh…ada ga yah asuransi perlindungan buat draft agreement yang diketik dari pagi dan mendadak ilang gara2 mati lampu sore ini *sori OOT, malah curcol*

     
    • Anderson

      July 14, 2009 at 11:50 am

      hhmmm…ooo…begitu toh kejadiannya? Gimana ngitung preminya ya?

       
  2. arman

    July 14, 2009 at 3:55 pm

    sebagian udah.. sebagian belum.. hahahaha

     
  3. Ade

    July 15, 2009 at 3:02 am

    sama.. asuransi buat saya baru untuk yang wajib2 aja hehehe…

     
  4. omiyan

    July 15, 2009 at 5:33 am

    saya sih baru keluar dari sebuah asuransi dari perusahaan terkenal…ya sebuah pengalaman pahitlah walau uang harus hilang kurang lebih 10 juta..tapi baut saya tabungan tetep yang terbaik…

    karena gimana ya asuransi saya kurang sreg..

     
  5. vzon

    July 15, 2009 at 7:33 am

    Gue rasa itu karena image asuransi selama ini yang (1) seolah-olah kayak uang hilang karena uang pembayaran premi akan hangus kalo ngga ada klaim atau (2) nagih preminya gencar tapi giliran ada klaim urusannya akan ribet setengah modar…

    saya punya pengalaman pahit dg asuransi, terutama pada alasan nomor 2. tidak hanya asuransi konvensional yang begitu, yang berbasis syariah pun sama…!

    hal yg begitu hendaknya dijadikan pembelajaran oleh pengusaha asuransi, sehingga image-nya tidak buruk di masyarakat dan masyarakat pun dapat ikut asuransi dengan ikhlas…😀

     
  6. soyjoy76

    July 15, 2009 at 8:02 am

    @arman
    ya..sama Bro..

    @Ade
    hehehe…mudah2an yang ngga wajib dan ngga diasuransiin itu ngga kenapa-kenapa yah..

    @Omiyan
    Iya…pilihan investasi itu semuanya tergantung kita kan, Om

    @vizon
    yak..mudah2an keluhan Uda dibaca sama orang asuransi, hehehe…

     
  7. suwung

    July 15, 2009 at 8:48 am

    ASURANSI EMANG PERLU YA BROOOO

     
  8. DV

    July 15, 2009 at 10:52 pm

    Di sini nyaris semua diasuransikan. Bahkan anjing pun ada asuransi kesehatannya🙂

    Tulisan menarik.
    Bagiku asuransi adalah sesuatu yang sebenarnya kadang kita merasa ‘tak perlu’ tapi ‘perlu’. ‘Perlu’ tapi muahal🙂

     
  9. marshmallow

    July 17, 2009 at 3:02 am

    sejauh ini saya selalu mengasuransikan barang-barang yang dianggap akan sulit terganti bila ada musibah, seperti rumah dan kendaraan. namun asuransi kendaraan saya sebelum ini sempat menipu, sehingga klaim kecelakaan yang cukup berat dialami kendaraan tidak diganti oleh asuransi. karena bengkel tersebut milik seorang kenalan juga, saya akhirnya membayar sendiri tanpa mengingat lagi kejahatan pihak asuransi. rugi pasti, tapi saya tidak ingin kerugian saya menyebabkan kerugian pihak lain, yakni bengkel dan para pekerjanya.

    hikmahnya, saya jadi belajar memilah dan memilih produk dan perusahaan asuransi yang tepercaya, da?

     
  10. soyjoy76

    July 17, 2009 at 4:00 am

    @Suwung
    perlu ngga perlu sih BRO…😀

    @DV
    hahaha…jadi ingat J-Lo mengasuransikan pantat-nya karena menurutnya itu aset berharga yang perlu diasuransikan..😀 Lah, nentuin berpa nilai pertanggungannya berdasarkan apa yak?

    @marshmallow,
    Batua Uni…selalu ada hikmah dari kejadian apapun.

     
  11. nh18

    July 17, 2009 at 8:22 am

    Gumun … heran …
    15 milyard itu kok bisa digondol itu lho …

     
  12. Eka Situmorang-Sir

    August 6, 2009 at 3:22 am

    Asuransi itu penting….
    Lebih baik sedia payung sebelum hujan bukan?

     
  13. juliach

    August 16, 2009 at 12:51 am

    Di Perancis, banyak asuransi yg wajib: ngontrak rumah, kerja, kesehatan, mobil… bahkan masuk sekolah pun anak hrs diasuransikan, siapa tahu mecahin kaca sekolah …

    Berguna juga koq, waktu mesin cuci rusak kena tegangan naik-turun: diganti … begitu juga sakit: tak perlu bingung-bingung cari duit utk opname, dan waktu itu mobilku kerobahan pohon, diganti pula …

     
    • soyjoy76

      August 18, 2009 at 1:34 am

      hehehe…kayaknya kalau di Indonesia masih belum kepikiran tuh ngasuransiin mesin cuci..

       
  14. lia

    February 8, 2010 at 9:46 am

    Pak, mau nanya, kalau asuransi khusus barang berharga seperti perhiasan ada ga ya? nama company asuransinya apa? tolong bantuannya ….. (mohon diemail kan saja berhubung saya ga punya wp) thanks Pak Soyjoy!!!

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: