RSS

Ikhlas & Syukur Nikmat

07 Jul

Ada yang berbeda dengan perayaan ulang tahun bank tempat gue mencari sesuap nasi. Paling ngga sepanjang yang gue tahu. Perlombaan olah raga dan maen gaplek (is it a kind of sport??) sih tetap ada. Lomba mewarnai untuk anak-anak pegawai juga masih ada. Yang berbeda justru dipuncak acara perayaannya. Dulu, pada hari H-nya selalu diadakan upacara bendera (oalah…jadi inget masa-masa SD). Biasanya dalam kata sambutan dari Dirut, yang juga dibacakan serentak di seluruh kantor cabang seantero Indonesia, terselip kata-kata tersirat (kadang juga tersurat), yang justru ditunggu-tunggu ama seluruh karyawan, bahwa akan ada pembagian bonus. Tapi itu dulu. Tahun lalu upacara bendera udah ditiadakan. Gantinya hanya pembacaan pidato Dirut oleh bapak kepala cabang. Tidak pula ada kata-kata tersirat yang ditunggu-tunggu oleh pegawai.

Pada malam H-nya, permainan KIM (permainan tradisional yang mirip sama ‘Bingo’) yang gue tunggu-tunggu ternyata juga ditiadakan. Oke…gue akuin untuk permainan seperti ini gue ngga pernah hoki. Tapi sensasi menunggu nomer kita disebutkan secara lengkap oleh pembawa acaranya, yang artinya bisa membawa pulang aneka hadiah menarik, menurut gue cukup menghibur. Begitulah. Tahun ini malam H-nya ‘cuma’ diisi dengan acara sukuran, potong tumpeng dan siraman rohani. Sebagai penutup ada acara bagi-bagi Door Price yang…lumayanlah, buat seru-seruan.

Satu hal yang memberi kesan tersendiri buat gue justru dari siraman rohani. Meskipun disampaikan oleh seorang Ustadz, namun materi ceramah memiliki nilai-nilai universal yang pastinya tidak hanya dimiliki oleh salah satu agama tertentu saja, yaitu tentang Ikhlas dan syukur nikmat. Disebutkan, seandainya karyawan bank ini seluruhnya bekerja dengan ikhlas, dengan niat sebagai ibadah dan rasa tanggung jawab terhadap tugas yang diemban, niscaya kinerja perusahaan akan ikut terkerek naik. Glek… gue tersentuh (tapi bukan tersinggung:-p). Masih sering terlontar pikiran gue, bekerja dengan baik biar kenaikan gaji setiap tahunnya lumayan besar. Bekerja dengan baik biar diakhir tahun dapat bonusnya gede. Ah, seandainya gue dan banyak lagi karyawannya lainnya bekerja dengan lebih ikhlas, mungkin bank ini udah kembali ke posisinya semula, sebagai bank terbesar di negeri ini. Terlalu banyak pegawai yang bekerja dengan pamrih, yang akhirnya hanya melihat kepentingan individu diatas kepentingan bersama sebagai tim. Lho…di bank lain kan pastinya banyak juga karyawan dengan sikap yang sama, bekerja tidak dengan keikhlasan dan dipenuhi berbagai ambisi pribadi. Kenapa mereka bisa jadi bank terbesar di nusantara ini? Entahlah…. pikiran naif gue bilang, mungkin karena jumlah karyawan bank ini terlalu banyak, jadi magnitude (bahasa Indonesia nya apa ya?) dari ketidak ikhlasan itu menjadi besar sekali.

Si ustadz mulai bercerita soal syukur nikmat. Banyak orang yang tidak bisa mensyukuri nikmat yang diperolehnya. Padahal nikmat yang kita peroleh, meskipun mungkin sedikit, justru harus disyukuri. Karna dengan mensyukuri nikmat itulah maka kita akan diberi nikmat yang lebih besar lagi. Banyak orang yang diberi nikmat, dapat rejeki, masih aja mengeluh. Padahal apabila kita diberi nikmat, maka kita seharusnya: 1) mensyukurinya di dalam hati 2) mensyukuri dengan lisan, misalnya dengan mengucapkannya dan 3) mensyukurinya dengan tindakan, misalnya dengan memberi sedekah lebih banyak lagi. Glek…lagi-lagi gue tersentuh (dan lagi-lagi ngga sampe tersinggung :-p). Seringkali ketika kita memperoleh rejeki atau nikmat lainnya, masih bilang: “lho, kok cuma segini?” atau “yah, udah capek kerja setahun kok bonusnya cuma segini?”. Nah lho… udahlah ngga berkyukur, ketahuan ngga ikhlas pula… ckckckc…. Gue cuma manggut-manggut sambil berjanji untuk belajar bekerja dengan lebih ikhlas dan belajar mensyukuri nikmat yang diperoleh.

Kembali ke acara perayaan ultah bank ini, acara penarikan Door Price dimulai dan hadiah-hadiah dari sponsor satu per satu berpindah ke tangan si beruntung. Lucunya, sebagian besar hadiah pintu tersebut jatuh ke tangan mbak-mbak cleaning service, mas-mas OB, driver dan sekuriti. Gue? Ya…lagi-lagi, seperti yang sering terjadi, gue pulang dengan tangan hampa. Gue emang ngga pernah hoki untuk acara-acara seperti penarikan Door Price, Penarikan Undian Berhadiah, Bingo, KIM dan permainan semacamnya. Tapi paling ngga gue pulang ngga dengan kepala hampa, karna siraman rohani malam itu udah me-refresh ingatan gue mengenai Ikhlas dan Syukur Nikmat. Gue ikhlas kok ngga dapet hadiah apa-apa malam itu. Selamat Ulang Tahun, Bank… Teruslah Melayani Negeri (meskipun belum menjadi bank dengan pelayanan terbaik) dan berusaha menjadi Kebanggaan Bangsa…

 
11 Comments

Posted by on July 7, 2009 in Santai

 

11 responses to “Ikhlas & Syukur Nikmat

  1. Riris Ernaeni

    July 7, 2009 at 8:26 am

    Keikhlasan dan syukur yang tulus dari dasar hati kita, memberikan kekuatan untuk tetap melakukan yang terbaik dalam segala kondisi (meskipun gak dapet bonus, meskipun gak naik gaji, meskipun…bla bla bla) tapi untuk ini perlu belajar ya?

     
  2. arman

    July 7, 2009 at 3:48 pm

    iya bener, orang emang suka lupa bersyukur ya… thanks for reminding…

    btw sedih juga nih taun ini gak ada kabar2 mau dibagiin bonus…. huuuu (lha.. jadi gak bersyukur lagi.. hehehe)

     
  3. DV

    July 7, 2009 at 10:59 pm

    Gw kayaknya ngerti ini bank apa? BNI ya? 6 Juli ya?
    Hehehe bokap gw dulu disitu, Bro.

    Bersyukurlah terhadap apa yang diberi dan ikhlaslah terhadap apa yang harus kita beri🙂

     
  4. Ade

    July 9, 2009 at 1:26 am

    Kadang suka lupa memang uda.. apalagi klo liatnya ke atas terus hiks

     
  5. Anderson

    July 9, 2009 at 1:46 am

    @Riris
    Istilahnya ‘Learning by Doing’ toh?

    @Arman
    Justru menunggu isu tentang kapan bonus akan dibagiin jadi sensasi tersendiri, Bro..:-)

    @DV
    Hmm…dudududu…*bersiul-siul*
    Ok Bro..berarti gue harus melanjutkan kejayaan yang udah dibangun ama bokap lo dulu:-)

    @Ade
    Ati2 kalo ngeliat keatas terus ntar kesandung, Uni..:-)

     
  6. Ondoet Lupa Mandi

    July 10, 2009 at 5:23 am

    wah..sama..aku juga g pernah dapet tuh kalo penarikan door prise dimanapun dan kapanpun…hahahahah

     
  7. vizon

    July 11, 2009 at 3:50 am

    perusahaan juga harus mewujudukan rasa syukurnya dengan memberi perhatian lebih kepada karyawan. misalnya, dengan membagikan hadiah kepada semuanya, tanpa diundi. jadi, gak ada yg gak hoki, hehehe…😀

     
  8. photosukses

    July 11, 2009 at 10:48 am

    dari zulkarnaen.
    bagus tulisannya mas. numpang kasi tahu ada lowongan kerja bagi penduduk riau khususnya dumai liat tu
    http://www.photosukses.wordpress.com

     
  9. racheedus

    July 12, 2009 at 5:14 pm

    Ikhlas dan syukur memang membawa nikmat. Berpamrih dan tidak berterima kasih justru membawa gundah. Yah, lebih baik ikhlas saja dan mensyukuri. Hidup jadi terasa ringan.

     
  10. ichanx

    July 14, 2009 at 2:00 am

    jadi…. errgghhhh… ada lowongan di BNI ndak mas? hihii

     
  11. soyjoy76

    July 14, 2009 at 4:18 am

    @Ondoet
    salam senasib!!!

    @vizon
    hahaha…kalo dibagi2in buat semua gitu, unsur entertainment-nya jadi berkurang Uda..

    @photosukses
    Ya..ya..silahkan

    @racheedus
    msih perlu banyak belajar dari Pak Racheed soal ikhlas nih. Aku pernah baca postingan bapak soal itu🙂

    @ichanx
    you know-lah gimana rasanya gawe di abnk bumn…😀

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: