RSS

Jangan Sakit

14 Apr

Perawat berseragam hijau toska itu datang dengan langkah tegap dan menyodorkan selembar formulir isian. “Tolong diisi form ini, trus fotokopi kartu askes dan jaminannya dilampirkan, trus kasihin ke Loket 3 dibagian belakang gedung ini,” katanya. Dengan sigap abang ipar gue menyambar formulir itu dan bergegas ke tempat fotokopi. Ngga lama, perawat lain muncul, juga berseragam hijau toska, membawa salinan resep dan berkata,”tebus obat ini diapotik trus langsung dikasih ke pasiennya ya. Sebelum jam 10 pagi.” Kali ini gue dengan sigap pula menyambar resep obat itu dan langsung meluncur ke apotik.

Bukan…itu bukan adegan serial Emergency Room yang dulu pernah tayang di  saluran tivi swasta. Bukan pula itu adegan sinetron Indonesia yang super melankolis dan penuh dramatisasi. Itu true story pas gue menemani ayah mertua gue yang dirawat di rumah sakit milik pemerintah di kota Padang akhir minggu lalu.

Malamnya, menurut analisa dokter ayah harus menjalani transfusi darah karna HB (kadar hemoglobin kah?) nya drop. Lagi-lagi si perawat menyerahkan selembar formulir untuk diisi dan diserahkan ke PMI, yang punya aneka stok darah. Tak lupa perawat ‘memerintahkan’ untuk membawa fotokopi kartu askes dan form-form administratif lainnya. Kakak iparku yang perempuan bergerak cepat dan segera meluncur bak drakula ke PMI.

Itu semua fenomena biasa yang terjadi di rumah sakit umum milik pemerintah. Hampir semua orang yang pernah dirawat atau merawat keluarga di rumah sakit umum terlibat kesibukan hilir mudik dari satu loket administratif ke loket lainnya. Belum lagi kalo pake embel-embel gratisan kayak askes, segudang form administratif harus dipenuhi. Namun dari kejadian itu yang membuat gue merenung adalah, bagaimana nasibnya jika si pasien ngga punya anak, isteri/suami atau kerabat dekat yang siap mengurus segala tetek bengek administratif, termasuk menebus obat yang akan digunakan buat hari itu juga. Okelah kita kesampingkan persoalan si pasien punya uang atau enggak untuk membayar biaya pengobatannya.  Bagaimana jika anak-anaknya berada jauh di daerah lain atau bahkan diluar negeri jadi ngga bisa segera nongol di hadapan si pasien? Masa si pasien, yang mungkin saat dirawat udah tergeletak ngga berdaya, musti motokopi dulu kartu askesnya dan buru-buru ke apotik karna obatnya harus segera dimakan. Siapa yang mau mbantuin pasien ketika si perawatnya dengan cueknya memilih duduk-duduk ngerumpi di ruang perawat daripada membantu proses administrasi pasien. Mungkin kalo anak gue banyak, dan kerabat dekat gue juga banyak…gue ngga perlu risau mikirin siapa yang akan mengurus gue kalau suatu saat terkapar di rumah sakit (umum milik pemerintah). Ah… apa ngga sebaiknya jangan pernah dirawat di rumah sakit sekalian?

Ps: Gue engga sedang menyudutkan rumah sakit umum daerah  tempat ayah mertua gue dirawat karena di rumah sakit swasta pun masalah administratifnya ngga kalah pelik dan kejam.

 
5 Comments

Posted by on April 14, 2009 in Santai

 

Tags: ,

5 responses to “Jangan Sakit

  1. Kampret Merah

    April 14, 2009 at 8:44 am

    you damn right man, aku jg pernah ngalamin hal yg sama
    RS pemerintah is sucks

     
  2. vizon

    April 15, 2009 at 2:41 am

    benar sekali tu bang son…
    saya pernah mengalaminya beberapa kali, dan yg terparah adalah ketika mengantar maktuo saya ke rumah sakit pemerintah yg sangat besar dan terkenal di jakarta.

    wuih… meski pasukan yg ngurus itu ada 5 orang, tapi urusan gak pernah kelar… adaaaaa aja. mana rumah sakitnya gede banget lagi. bisa2 kita yg ngantar dan ngurusin juga bakal jatuh sakit…

    untuk hal yg satu ini saya hanya bisa berdoa, semoga pemerintah kita lebih memperhatikan profesionalitas rumah sakitnya, agar segala urusan bisa lebih dipersingkat dan dipermudah…

     
  3. boyin

    April 21, 2009 at 2:05 am

    udah dari dulu emang kayak gitu.kok bisa jaman sekarang masih peraturan jaman orba yah..kayaknya rs tdak pernah di tengok oleh partai politik dalam orasi kampanyenya.

     
  4. guest

    January 20, 2010 at 5:52 pm

    aku jg lg ngalamin nih. ruweeeeeeeeettt dan ribeeeeeeeeeeettt..

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: