RSS

Valentine

16 Feb

Ngga tahan juga ngga nulis soal valentine day. Coba aja blogwalking pada V-1, hari V dan V+1 (V=Valentine Day…🙂 ), pasti banyak banget yang nulis tentang hari cayang-cayangan ini. Aroma valentine memang masih kental menyelimuti kehidupan masyarakat kota. Waktu gue sama isteri lagi mallwalking (jalan-jalan di mal, sosodara…) di sebuah pusat perbelanjaan di kota gue pas tanggal 14 itu, gue dijebak untuk ‘secara ngga langsung’ merayakannya. Ceritanya gue sama isteri lagi jalan berduaan karna anak bayi kami, my beloved Alif lagi ngelayap di sisi lain mal itu. Kebetulan ada acara Valentine yang kurang lebih kegiatannya ‘nangkepin’ pasangan-pasangan yang lagi berbelanja (atau cuma jalan-jalan aja..) untuk kemudian si pria diminta untuk membacakan puisi cinta ke si wanita (asumsi ini adalah pasangan normal, pria-wanita). Kami tertangkap. Bodo ah… gue nurut aja disuruh membacakan puisi cinta picisan yang telah disiapkan oleh host acara itu karna di iming-imingi coklat.

Begitulah Valentine. Banyak pro dan kontra setiap kali kehadirannya dan gue ngga sedang memposisikan diri di salah satu pihak. Gue hanya ngeliat fenomena penggerakan ekonomi riil menyambut tanggal 14 Februari itu. Gue jadi ingat sewaktu pertemuan ahli-ahli ekonomi dunia di Davos, Swiss bulan Januari lalu (don’t you dare assuming that I was there with those professors..), salah satu poin penting yang disepakati adalah sektor konsumtif dianggap sebagai salah satu penggerak ekonomi global yang sedang lesu. Logikanya, semakin meningkat konsumsi masyarakat, produsen dapat terus berporduksi, PHK tidak terjadi dan berbagai multiplier effect lainnya. Entahlah apa logika ini masih bekerja dengan baik disaat ekonomi global udah terlanjur ambruk begini. PHK udah terlanjur terjadi dimana-mana. Ribuan orang kehilangan daya beli karna ngga punya pekerjaan lagi. Kalo gitu, apa masih bisa diharapkan menggerakkan ekonomi dengan meningkatkan konsumsi? Dah gitu, apa event seperti Valentine ini bisa diharapkan menggerakkan roda perekonomian (walau sesaat)? Lagi-lagi entahlah. Yang jelas secara kasat mata, di  pusat-pusat perbelanjaan banyak dijual barang-barang yang khusus diproduksi untuk menyambut hari cayang-cayangan ini. Artinya, masih ada kepercayaan dari pengusaha untuk berproduksi dengan harapan outputnya dapat diserap oleh masyarakat, hasilnya diputar kembali menjadi produk-produk menyambut event yang lain lagi. Begitulah roda ekonomi berputar, meskipun lambat dan berat, yang penting harus terus berputar.

Kembali ke masalah puisi cinta tadi. Iming-iming coklat benar-benar membuat gue lupa sama sifat asli gue yang pemalu (oyeaaahh??) dan tanpa malu-malu bacain puisi cinta buat isteri gue dibawah tatapan ribuan pasang mata (ini hiperbola, sosodara..) Tapi apa daya… coklat yang jadi imbalan kenekatan gue baca puisi cinta itu hanya sebatang Silver Q***. Ya sudahlah… harapan gue untuk mendapatkan sebatang coklat made in Swiss pun buyar

 
3 Comments

Posted by on February 16, 2009 in Macroeconomics for Dummies

 

3 responses to “Valentine

  1. RZ7

    February 16, 2009 at 4:45 am

    Cokelat Yes, Ekonomi Yes, Valentine No ! Mnrt gw lebih banyak ruginya drpd manfaat ekonomi acara 14 Feb ini😛 banyak yg menyalahguna-ken … mendingan bikin acara amal yg jg cukup konsumtip .. peace ..

     
  2. Fuad

    February 17, 2009 at 9:51 am

    jadi ada hubungan juga antara valentine dan ekonomi ya.. mungkin ngak sanggup beli coklat atawa nyewa hotel kali yaa (bercanda…/red. BTW salam kenal. kunjungi pertama nih.

     
  3. Volmer

    February 18, 2009 at 4:37 am

    Valentine dan coklat. Wah emang waktu valentine salah satu saham yang bergerak dibidang produksi coklat naik..(ada hubungannya ga ya😛 )

    Bicara ttg coklat, negara kita itu adalah penghasil coklat/kokoa terbesar di dunia. Tapi kokoa itu diekspor, lalu kita import lagi Silver Q****, VanH***** dsbnya (yang lumayan mahal euy)

    Perbandingan nilai jual bubuk kokoa dan coklat kemasan sangat besar. Ini barangkali, yang perlu dipikirkan..

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: