RSS

Orang Marketing Tanpa Jiwa Marketing

09 Feb

Belum pernah gue ketemu orang marketing seperti Pak Dodol (anggap aja nama samaran). Dia adalah orang nomer satu di kantor cabang Asuransi Dwipa (anggap aja nama samaran) yang adalah anak perusahaan dari Bank tempat gue bekerja. Karakter orang marketing yang gue kenal selama ini umumnya mudah bergaul dan ramah, terlepas dari apakah ada kepentingan dibalik keramahan itu. Tapi sejak pertama kali dimutasi ke kota yang sama ama gue, Pak Dodol memperlihatkan anomali sikap yang kontras. Orang  marketing tanpa jiwa marketing.

Layaknya orang marketing, Pak Dodol juga melakukan maintaining nasabah dengan berkunjung ke kantor nasabah maupun rekanannya. Pak Dodol pun rajin menyambangi kantor gue dalam konteks sebagai rekanan karna bank tempat gue bekerja adalah penyuplai banyak sekali nasabah asuransinya. Ya iyalah, tiap kali bank mau ngasih kredit pasti jaminan yang diagunkan oleh debitur harus diasuransiin. Anggaplah nilai jaminan yang harus diasuransikan itu minimal sama dengan nilai kredit yang diberikan.  Cobalah sosodara bayangkan seandainya premi yang diterima asuransi adalah 3 per mil (tiga per seribu) aja, 1 debitur dengan kredit Rp 10 M akan menghasilkan Rp 30 juta. Kalikanlah dengan jumlah 20 debitur, 30 debitur atau 50 debitur…udah sepantasnya si asuransi menjaga hubungan baek sama bank.

Pak Dodol pun tahu itu. Hanya caranya saja yang kleru. Setiap kali berkunjung, dia langsung senyam-senyum ke pemimpin, wakilnya dan orang-orang yang berlabel manager (mostly recognized as Relationship Manager in many banks) .Yang berlabel asisten didepan label managernya atau temen-temen yang ngga terkait langsung dengan penentuan asuransi mana yang mau dipake atau (dianggap) posisinya ngga penting silahkan minggir. Beradu pandang pun Pak Dodol tak sudi. Singkat cerita, sebagian besar orang dikantor gue muak liat sikap doi yang jelas-jelas pasang muka ramah, senyum lebar, mbungkuk-bungkuk didepan bos gue dan para managernya hanya karna ada kepentingan, biar terus dikasih nasabah. So Obvious. Ngga tulus. Menurut gue, inilah contoh orang marketing ngga punya jiwa marketing. Dia lupa pepatah orang bule, “Every Dog Will have Its Day“. Orang kita bilang, roda kehidupan pasti berputar. Ngga selamanya orang yang dipandang rendah akan selamanya rendah. Asisten manajer suatu saat akan jadi manajer, pemimpin cabang atau bahkan direktur sekalian. Orang marketing dengan jiwa marketing sejati umumnya tau membaca prospek, bisa liat keadaan dan menempatkan diri dengan elegan diantara orang yang sedang dan akan berkuasa. Ironisnya, roda kehidupan itu sering berputar dengan kecepatan yang tidak diduga oleh manusia. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, salah seorang asisten manajer di kantor gue dipromosiin jadi manajer. Dia termasuk salah seorang yang paling eneg liat tingkah Pak Dodol. Hasilnya? Jangankan dikasih nasabah baru, polis asuransi debitur yang sebelumnya make asuransinya Pak Dodol pun dipindahkan ke asuransi lain. Pak Dodol pun sudah telat untuk membungkuk-bungkuk. Padahal tidak perlu membungkuk-bungkuk untuk jadi orang marketing sejati, yang diperlukan adalah ketulusan sikap..

 
11 Comments

Posted by on February 9, 2009 in Santai

 

Tags: , , , , ,

11 responses to “Orang Marketing Tanpa Jiwa Marketing

  1. qben

    February 10, 2009 at 2:17 am

    ketulusan berakhir fulus….

     
  2. pramayari

    February 11, 2009 at 6:58 am

    Common mistakes, you’ll get payback soon.

     
  3. soyjoy76

    February 11, 2009 at 7:40 am

    @qben
    maksud lo???

    @pramayari
    haha…the wheel has start turning, brother..

     
  4. Rudi IT

    February 12, 2009 at 4:24 am

    Hal begini memang banyak ditemukan dalam kehidupan sehari2, kena batunya .. Jadi berbuat baiklah dengan tulus semoga fulus jg jadi lebih lancaarrr hehehe ..

     
  5. nyanya

    February 12, 2009 at 9:59 am

    Thanks hon…uda muji akyu..hehehe…secara ur bloved hon ini adalah seorang marketing sejati…wakakaka…

     
  6. boyin

    February 12, 2009 at 11:01 am

    kena batunya pak dodol..sincere itu kudu..udah satu paket dengan pelayanan.

     
  7. happy

    February 14, 2009 at 6:44 am

    hahhahaha. uneg2 nih ceritanya

    lam nal ya..
    main2 ke blog happy ya juga ya… thank you.. ^^

     
  8. Yari NK

    February 16, 2009 at 3:07 am

    Beginilah marketing di Indonesia (kebanyakan). Bahkan orang2 SDM sendiri sering salah kaprah terhadap bidang yang namanya marketing (baca: salesmanship!). Coba saja kalau bidang marketing (baca: salesmanship!), syarat yang diperlukan paling2 hanya ijazah saja. Pengalaman?? Nggak perlu. Test-test berkelanjutan?? Nggak perlu. Wawancara?? Basa-basi. Yang penting punya dasi (syukur2 ganteng atau cantik) dan kalau perlu punya motor/mobil sendiri (alias perusahaan juga ogah modalin motor). Jadinya, jadi marketer (baca: salesman) hanya bermodalkan ijazah (inipun cuma basa-basi), dasi dan motor!

    Hasilnya?? Ya… jadilah para marketer (baca: salesman) yang berjiwa seperti pak Dodol ini. Walaupun sebenarnya bagian SDM yang menerima pak Dodol ini juga tak kalah ‘dodol’nya. (Sorry, bagi yang berkecimpung di bidang SDM, tentu saja nggak semua SDM seperti ini…) Huehehe…😀

     
  9. deviw

    February 18, 2009 at 7:49 am

    mungkin bapak itu merindukan bulan mas…. maaf mas baru sempat visit sekarang. thanks dah visit ke blog-ku.

     
  10. arungjeram

    April 6, 2009 at 11:32 am

    heheheh…. mbungkuk² biar di kasih kesempatan yah… hahhhahah

    Jateng Adventuree Magelang
    Mbah Kakung, Mbah Putri, Pakde Mbokde, Mas² mbak², adek² ayo² pada Ikut Arung Jeram Mumpung masih ada kesempatan bisa Arung Jeram, nggk usah malu untuk sms ke nomor saya, nih nomernya 0817262073

    http://www.jatengadventure.co.cc

     
  11. eli

    December 25, 2009 at 4:39 pm

    Waw tulisan yg keren….saya pernah mengalami ini, bahkan lebih parah …bukan hanya hati yg rugi tapi financialnya juga… pelajarannya : kita jangan seperti itu….dan belajar untuk menjadi marketing yg punya jiwa

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: