RSS

Hot Money

14 Jan

Gue bukan lagi mau ngomongin uang sogokan yang dibagi-bagi ke para anggota dewan di republik ini. Bukan juga mau ngomongin soal uang yang diperoleh dari bisnis haram semisal jual narkoba, prostitusi atau judi (mmhh…kalo uang jenis ini ada kaitannya juga sih). Trus apa donk? Yang lagi gue omongin ini adalah jargon ekonomi untuk uang dalam jumlah besar, dengan angka nol bisa mencapai 10 digit, dalam dolar amrik pula, yang bisa berpindah dari satu negara ke negara lain selama bisa ngasih keuntungan buat para pemiliknya.

Siapa aja pemilik hot money itu? Pemiliknya ya bisa siapa aja, investor kelas kakap dari berbagai negara (masih inget sama George Soros yang ngubek-ngubek perekonomian Indonesia pas krismon tahun 1998?), bandar judi, koruptor dan mafia yang mau nyuci uangnya biar kelihatan halal atau pemda di republik ini yang berwawasan global (..cuih…uang itu harusnya digunakan untuk pelayanan masyarakat bung…) Oiya…semua pemilik uang panas ini ngga secara langsung menginvestasikan uangnya tapi menggunakan jasa lembaga keuangan atau fund manager.

Gimana caranya? Mereka akan menginvestasikan uangnya di negara-negara yang ngasih keuntungan paling tinggi. Misalnya tingkat bunga deposito atau simpanan di Thailand sedang tinggi-tingginya, maka berbondong-bondonglah uang panas itu masuk ke Thailand. Atau waktu pasar modal Indonesia lagi bagus-bagusnya dengan kenaikan harga saham yang relatif tinggi, beredarlah uang panas itu di Indonesia melalui pasar modal (Bursa Efek Indonesia….kalo ada yang ngga tau). Pokoknya miliaran dolar itu akan datang dan pergi dari suatu negara ke negara yang lain yang paling memberi keuntungan buat mereka. In a blink of an eye…thanks to global economics and information system!! [ mecoba untuk sarkastik ]

Gimana dampaknya terhadap perekonomian suatu negara? Hot money masuk ke suatu negara, baik berupa penempatan dana di deposito ataupun investasi di pasar modal, melalui sistem perbankan negara tersebut. Namanya uang masuk ya kudu lewat bank sentral ( Bank Indonesia…you dummies;-p) dan itu di bank sentral tercatat dalam cadangan devisa. Tahun 2006 (maap datanya ngga gitu update sosodara..) dari US$ 40 miliaran cadangan devisa Indonesia ternyata +US$ 10 miliar adalah hot money. Positifnya adalah (dan ini relatif, tergantung yang ngebacanya eksportir apa importir), biasanya uang panas yang masuk itu dalam US dolar. Sesuai hukum dasar perekonomian, kalau penawaran meningkat lebih tinggi dari permntaan, maka harga akan turun. Demikian pula dengan nilai tukar uang Paman Sam ini. Jutaan atau bahkan miliaran dolar yang yang masuk Indonesia akan mengatrol turun nilai dolar (secara teori lho, boss..)

Tapi kayak yang tadi gue bilang, uang panas itu bisa dipindahkan ke negara lain dalam sekejap mata. Kalo uangnya dah kabur, mau ngga mau cadangan devisa jadi turun. Kalau cadangan devisa turun, BI susah mau intervensi kalo kurs rupiah gonjang-ganjing. Supply dolar turun drastis artinya nilai tukar dolar amrik bisa ngamuk lagi. Pasar modalpun jadi lesu darah karna di tinggal pemodalnya. Dampak selanjutnya? Help me out, guys….

 
4 Comments

Posted by on January 14, 2009 in Macroeconomics for Dummies

 

4 responses to “Hot Money

  1. simaaingsimamaung

    January 14, 2009 at 3:42 am

    Wah..wah…wah…Opa Ison ini memang penulis yang nyambi jadi analis kredit heheh !!! Good job brother…can’t wait ur another paper !!

     
  2. FK

    January 15, 2009 at 1:37 am

    Anderson Zubir, BA in Accounting dari Unand-Padang, MBA in Finance dari Business School-UI, CFA (Cand)-AIMR, penulis bergaya naturalis sufistik, penuh dengan metafor dalam mendeskripsikan fakta sosial ekonomi terkini. Paham Neo-Keynesian yang diusungnya kerap kali menemukan sisi-sisi paradoks dalam perekonomian Indonesia saat ini. Memang kerap kali perekonomian di negara ini tidak dapat dijelaskan dengan grafik 2 dimensi bahkan 3 dimensi sekalipun di atas kertas, karena terlalu banyak variabel-variabel yang tidak dapat diidentifikasi meskipun itu nyata eksis. Tulisan-tulisannya mudah dimengerti, meski bukan hanya merupakan simplifikasi dari suatu masalah yang memang kompleks. Saya rasa kumpulan karyanya dapat disinergiskan untuk menjadi sebuah disertasinya dalam Ph.D. in Economics kelak di suatu universitas terkemuka di dunia, yang tentunya dapat membawanya menjadi seorang Joseph Stiglitz baru di Indonesia.

     
  3. soyjoy76

    January 16, 2009 at 2:17 am

    @FK
    ah…anda berlebihan. Itu terlalu berat buat saya…
    Anyway, makasih dah mampir ke blog saya…

     
  4. Dumai99

    February 4, 2009 at 1:00 pm

    Negara2 yg menganut sistem politik dan ekonomi tertutup spt China dan Rusia kayaknya kebal dengan Hot Money ini. Perlu ditiru tuh .. ada efek positif n negatif sihh sistem mrk. Smoga pemimpin bangsa selanjutnya lebih serius menangani masalah ini. Good article Soyjoy!

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: