RSS

Insiden Bendera

17 Aug

Masih ingat dengan Insiden Bendera tanggal 19 September 1945? Insiden perobekan bendera Belanda sehingga hanya menyisakan warna merah dan putih di Hotel Yamato, Surabaya itu menjadi penggalan sejarah heroik bangsa Indonesia. Insiden itu merupakan rentetan awal dari berbagai insiden lain dengan kompeni yang mencapai titik puncak pada tanggal 10 Nopember 1945, yang belakangan dikenang sebagai Hari Pahlawan.

Insiden bendera versi lain yang saya ceritakan disini sungguh kalah heroik dibanding aksi di Hotel Yamato hampir 65 tahun yang silam. Tapi buat saya kejadian ini cukup menggugah semangat kebangsaan (cieeh…). Begini ceritanya…

Pagi ini, seperti tahun-tahun sebelumnya pada tanggal yang sama, saya bergegas berangkat ke kantor untuk mengikuti Upacara Bendera memperingati HUT Kemerdekaan RI yang ke 65. Ya…konsekuensi bekerja diperusahaan yang sebagian besar modalnya punya negara adalah selalu mengikuti protokol standar pemerintah. Paling nggak untuk keharusan memperingati HUT Kemerdekaan RI dengan mengadakan upacara bendera. Sampai di halaman kantor, stereo dari speaker yang diletakkan pada empat penjuru mata angin (woii…emang cerita Wiro Sableng??) udah mengumandangkan lagu-lagu perjuangan. Meriah sekali.

Upacara akhirnya dimulai setelah komandan regu (yang hanya terdiri dari 2 regu: Regu Pria dan Regu Wanita) dengan susah payah merapikan barisan. Maklum, dengan rata-rata usia pegawai diatas 30-an dan intensitas upacara bendera yang cuma 1 kali setahun, sangat susah sekali mengatur agar barisan menjadi rapi. Belum lagi barisan ibu-ibu yang asik dengan rumpi paginya.

Sampai ketika 3 orang Security kantor yang bertugas menjadi pembawa (apa penggerek?) bendera melangkah tegap menuju tiang bendera ditengah lapangan. Bendera telah dibentangkan, siap dikerek keatas. “Kepada Bendera Merah Putih, Hormaaaaat Gerak!!!” instruksi pemimpin upacara. Semua peserta upacara melakukan gerakan hormat kepada bendera. Yang bikin heran bendera nggak kunjung bergerak keatas. Ada apa ini…ada apa ini?

Oalah…ternyata musik yang seharusnya mengumandangkan lagu Indonesia Raya urung berbunyi karena masalah teknis. Peserta kikuk. Penggerek bendera lebih kikuk lagi. Mereka mengambil sikap tetap membentangkan bendera namun tidak menaikkannya. Mungkin menunggu seseorang memperbaiki sound system biar lagu kebangsaan Indonesia itu bisa diperdengarkan.

Inspektur Upacara, penguasa 3 wilayah operasi kantor tempat saya bekerja dibagian tengah Sumatera berinisiatif menyanyikan lagu Indonesia Raya. Tanpa komando, seluruh peserta upacara mulai ikut menyanyikan lagu Indonesia Raya sehingga terjadi paduan suara dadakan. Benderapun mulai dikerek keatas dan tepat sampai dipuncak tiang ketika lagu Indonesia Raya berakhir.

Kualitas suara yang dihasilkan paduan suara dadakan itu luar biasa sumbang. Intonasi pun terasa campur aduk. Satu-satunya yang selaras dari sekelompok pegawai itu adalah semangat yang tinggi waktu menyanyikannya. Beberapa memang terlihat melakukan lipsync, mungkin kurang pede dengan suaranya atau lupa-lupa ingat sama liriknya. Tapi secara keseluruhan saya merasakan aroma heroik disitu. Bulu kuduk saya merinding selama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia itu.

Udah sekian lama saya nggak menyanyikan lagu Indonesia Raya dan ketika menyanyikannya bersama orang-orang yang bersemangat seperti pagi tadi, rasa patriotisme saya tersentuh. Pengalaman luar biasa. Tak ada lagi rasa malu waktu diledekin, “wah…udah gede masih aja upacara bendera. Kayak anak pramuka aja…” Bahkan ketika ada yang menanyakan,”Habis dari mana Pak Soyjoy?” ┬áDengan gagah saya menjawab:” Saya ikut Upacara Bendera memperingati kemerdekaan RI ke 65″

DIRGAHAYU KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA YANG KE-65

About these ads
 
8 Comments

Posted by on August 17, 2010 in Serius Tapi Santai

 

8 responses to “Insiden Bendera

  1. ikkyu_san

    August 17, 2010 at 6:09 pm

    menyanyi dengan paduan suara alami JAUHHHHHH lebih bagus drpd KASET!
    dan aku pun ikut menangis suatu waktu aku mengikuti upacara bendara di KBRI beberapa tahun lalu.
    Sekarang aku selalu berada di Jkt dalam rangka liburan pada saat proklamasi, sehingga upacara di tempat tidur sambil nonton TV hehehe

    EM

     
  2. boyin

    August 18, 2010 at 9:52 am

    aku paling semangat kalo diajak upacara 17an..sayang tahun ini sibuk banget jadi gak bisa menghadiri di KBRI..

     
  3. zulhaq

    August 18, 2010 at 3:29 pm

    Biasanya ikutan upacara euy. kemarin gak. Gak dikasih ijin sama bos. masuk kerja penuh :(

     
  4. nh18

    August 19, 2010 at 12:04 am

    Justru yang seperti ini lebih Afdhol pak …

    Dan saya suka sebal kalau ada orang dengan sok Cool nya bilang …
    Hareee Geneee upacara … ???

    Maka akan saya jawab… Iya Saya Upacara … memang kenapa ???
    heheh

    Eniwei …
    DIRGAHAYU INDONESIA

     
  5. TUKANG CoLoNG

    August 21, 2010 at 11:28 am

    kirain ceritanya mirip insiden bendera kebalik di papua pak..hehe

     
  6. DV

    August 24, 2010 at 1:20 pm

    MERDEKA, Bung! :)

     
  7. racheedus

    September 4, 2010 at 9:51 pm

    Jadi, malu, tahun ini saya tidak ikut upacara bendera. By the way, yang mengenaskan di bulan Kemerdekaan RI ini, kedaulatan negara kita dilecehkan oleh negara jiran dengan aksi serobot perbatasan dan penangkapan terhadap petugas menangkap petugas patroli kita.

     
  8. IG Jepara

    May 5, 2011 at 3:07 pm

    aksi pejuang era ’45 yang tak kenal menyerah

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: