It’s Not Who You Know, It’s Who Knows You What Matter Most

Dalam sebuah iklan radio gue mendengar suatu tagline yang menggelitik, bunyinya kurang lebih begini: “It’s not who you know, it’s who knows you what matter most”  Artinya, bukan siapa yang kamu kenal, tapi siapa yang kenal kamu yang paling penting. Hmm… sedikit bernada sombong sih, tapi kayaknya paradigma ini berguna juga buat gue  menilai calon debitur .

Seorang lelaki datang ke kantor gue dengan berpakaian necis dan pembawaan super ramah. Sesuai standar layanan, gue berdiri menyapa dan menanyakan keperluannya. Rupanya si bapak mau mengajukan kredit untuk usahanya. Berarti beliau datang ke orang yang tepat, secara kerjaan gue menangani kredit untuk usaha, hehehe… Continue reading


Fernando Torres Saga

“Feels like Fernando Torres Saga..” Begitu tertulis di status BBM gue pagi itu. Seorang teman yang paham dengan apa yang sedang terjadi langsung berkomentar lewat BBM:

Kawan: Msh blm dikasihin SK nya ya, Bro?

Soyjoy76: Iya nih.. dipersulit keknya

Kawan: Oo.. trus lo mau gmn?

Continue reading


Risk and Return

Those who push the brake all the time will probably finish the race safely, but they definitely won’t win the race”  # Anderson on Risk and Return

Sebelum mulai membalap, kru tim Ferrari memeriksa semua kelengkapan mobil balap F1 yang akan dipakai oleh Michael Schumacher. Pedal gas, tombol persneling, rem dan berbagai panel rumit lainnya. Aspek keselamatan adalah prioritas, meskipun kecepatan adalah yang paling utama. Ketika sudah dijalur pacu, Schumacher pun menganut prinsip yang sama. Keselamatan adalah prioritas, yang diimplementasikan dengan mengerem pada tikungan-tikungan berbahaya. Namun, untuk menjadi pemenang, kecepatanlah yang paling utama. Kebanyakan menginjak rem mungkin akan mengantarkan Schumacher mencapai finish dengan selamat. Namun hampir pasti itu tak akan membuatnya menjadi juara. Continue reading


Momentum

Sepotong cerita di bulan Ramadhan yang baru lalu. Sekedar pengingat untuk memotivasi diri dalam bekerja.

Alif,  anak gue berusia menjelang 4 tahun yang udah mulai tengil mendadak minta ikut sholat taraweh ke mesjid. Karena waktunya taraweh masih sekitar 1 jam lagi, gue ajak Alif melakukan beberapa hal kecil seperti memilih baju koko, menyiapkan sajadah sampai menentukan sandal yang akan dibawa ke mesjid. Tiba waktunya berangkat ke mesjid, Alif udah berubah moodnya dan kembali nggak mau diajak pergi taraweh dan lebih memilih kegiatan lainnya, main mobil-mobilan. Bisa disimpulkan gue udah kehilangan momentum ketika Alif dengan antusias mau pergi taraweh. Mungkin lebih baik gue langsung berangkat ke mesjid ketika tadi Alif sedang bersemangat.

Continue reading


Hidup Itu Belajar

Weekend lagi…Tennis lagi….

Sejak dimutasikan ke Pekanbaru, saya memiliki rutinitas setiap Sabtu pagi untuk mengawali weekend: Bermain Tenis.  Tempat saya bermain tenis kebetulan milik Bank Indonesia, jadi pemainnya rata-rata adalah bankir.  Karena lapangan cuma satu, jadi  nggak pernah ada permainan tunggal, semuanya ganda…biar kebagian main semua yang datang.  Kondisi ini juga mengingat sebagian besar pemain udah bapak-bapak yang umumnya udah nggak sanggup bermain tunggal yang banyak menguras energi. Nah, sebagaimana sering disampaikan Uda Vizon, sahabat blog saya, pelajaran hidup bisa kita dapat dimana saja dan dari kejadian apa saja, termasuk di lapangan tenis tentunya. Begini ceritanya….

Continue reading


Pecking Order

Pecking Order pada awalnya adalah istilah untuk menunjukkan sistem hirarki sosial unggas dari yang paling dominan hingga yang ‘biasa-biasa’ saja. Pada perkembangannya istilah pecking order juga digunakan dalam manajemen keuangan untuk menunjukkan prioritas sumber pembiayaan perusahaan, mulai dari modal sendiri sampai pembiayaan dari pihak eksternal. Akhir-akhir ini istilah pecking order pun sering diucapkan para komentator sepakbola untuk menunjukkan urutan pemain yang paling prioritas sampai yang hanya digunakan saat kepepet dalam posisi tertentu.  Continue reading


Insiden Bendera

Masih ingat dengan Insiden Bendera tanggal 19 September 1945? Insiden perobekan bendera Belanda sehingga hanya menyisakan warna merah dan putih di Hotel Yamato, Surabaya itu menjadi penggalan sejarah heroik bangsa Indonesia. Insiden itu merupakan rentetan awal dari berbagai insiden lain dengan kompeni yang mencapai titik puncak pada tanggal 10 Nopember 1945, yang belakangan dikenang sebagai Hari Pahlawan.

Insiden bendera versi lain yang saya ceritakan disini sungguh kalah heroik dibanding aksi di Hotel Yamato hampir 65 tahun yang silam. Tapi buat saya kejadian ini cukup menggugah semangat kebangsaan (cieeh…). Begini ceritanya… Continue reading


Alif dan Lampu Merah

Disuatu persimpangan jalan ketika mobil Papa Alif berhenti karena lampu lalu lintas sedang berwarna merah.

Alif (balita 2,5 tahun): “Kok belenti Pa?”

Papa Alif : “O..itu karena lampu merahnya sedang menyala”

Tak lama lampu hijau menyala menggantikan lampu merah. Alif kecil kembali bertanya.

Alif: “kalau lampu hijau boleh jalan ya, Pa?”

Papa Alif: “Iya. Kalau ketemu lampu merah semua mobil dan motor harus berhenti. Kalau ketemu lampu hijau, semua mobil dan motor harus jalan.”

Alif : *manggut-manggut sambil mengingat-ingat ‘aturan’ itu* Continue reading


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.