November 26, 2009
Apakah yang pantas dilakukan untuk memperingati Ulang Tahun Pertama sebuah Personal Blog? Banyak cara tentunya. Contohnya Bundo yang mengadakan Pesta Bagandang untuk memperingati Milad I Blog beliau. Atau Mbak Frozzy yang mengadakan perenungan sambil membongkar-bongkar isi kulkasnya. Hmm…sebenarnya tidak semua blogger menganggap penting tanggal pertama mereka melakukan posting, yang sering ditasbihkan sebagai hari lahirnya blog tersebut. Atau, tidak semua blogger mampu memaknai stepping stones dari perjalanan blog mereka, entah di tahun pertama, kedua, ketiga atau lebih lama lagi. Tapi tak urung akan selalu bermunculan posting-posting yang berisi renungan, relfeksi atau keriangan pada momen-momen ulang tahun blog mereka.
Meminjam istilah yang umum dipakai, Seleblog, alias selebriti dunia blog, saya (hah??? SAYA?? bukankah biasanya GUE??) sangat yakin bahwa blog ini bukanlah blog yang populer dan saya pun pastinya bukan selebblog. Apalagi meminjam kriteria yang ditetapkan mbak menye-menye disini, jelas saya bukan termasuk didalamnya. Tapi siapa sangka (dengan daya khayal mendadak tinggi
), saya hari ini dicegat oleh wartawan Blogtainment, yang dalam rangka Ulang Tahun Pertama Blog SOYJOY yang jatuh pada hari ini meminta kesempatan untuk wawancara, disela-sela kesibukan saya yang padat *halah, bo’ong!!*. Berikut petikan wawancaranya:
Read the rest of this entry »
13 Comments |
Uncategorized |
Permalink
Posted by soyjoy76
November 7, 2009
Gue tiba-tiba ingin menulis soal kematian. Ya, sesuatu yang mungkin saja sebenarnya sudah sangat dekat dengan kita, tapi sering terlupakan. Lho, memangnya kalau ingat sama kematian, terus bisa menghindarinya gituh? Yo ndak, tho… Terus, kenapa gue tiba-tiba ingat soal kematian? Begini ceritanya… Read the rest of this entry »
20 Comments |
Santai | Tagged: firaun, istighfar, kematian, silaiang |
Permalink
Posted by soyjoy76
November 2, 2009
Alkisah di Desa Sukademo, negeri antah berantah, seorang rentenir bernama Paijo sedang gundah. Ia baru saja di-non aktifkan dari jabatannya sebagai wakil ketua rentenir sektor Pasar Baru dan dengan demikian berstatus Rentenir Menunggu Penempatan alias non-job. Keputusan ini diambil oleh Bang Beni, sang Koordinator Rentenir di kantor pusat karena Paijo dinilai telah lalai dalam proses pemberian hutang kepada Ahong, pengrajin sendal kulit di Desa Sukademo. Hutang yang diberikan belakangan menjadi macet karena konfik rumahtangga si Ahong yang merembet ke bisnisnya. Paijo dianggap merugikan Bu Pertiwi, pemodal yang selama ini mendanai bisnis rentenir Bang Beni. Bu Pertiwi adalah Kepala Desa Sukademo, yang dengan demikian memiliki kekuasaan yang legitimate di desa itu. Konon kabarnya, kalau Paijo kemudian dianggap mendapat keuntungan pribadi dari proses pemberian hutang kepada si Ahong, maka masalahnya akan bergeser dari masalah administratif ke ranah hukum pidana mengacu pada UU Anti Korupsi. Ciloko.
Read the rest of this entry »
15 Comments |
Serius Tapi Santai | Tagged: Baba Cakwe, Bang Beni, Bang Beri, Bang Beten, Bang Mandra, Bu Pertiwi, UU Anti korupsi |
Permalink
Posted by soyjoy76
October 13, 2009
Dalam ilmu ekonomi dikenal istilah windfall profit atau bahasa awamnya, rejeki nomplok alias ketiban duren dari langit. Istilah ini biasa digunakan untuk menunjukkan keuntungan yang diperoleh suatu negara atau perusahaan dari kejadian yang tidak di duga sebelumnya. Waktu harga minyak bumi naik tinggi akibat perang di Irak, negara-negara penghasil minyak diam-diam tersenyum riang karena dollar mengalir deras ke rekening bank mereka. Itu windfall profit. Pun ketika nilai tukar dollar naik gila-gilaan terhadap rupiah waktu krisis moneter tahun 1998, para eksportir yang penghasilannya dalam dollar bersiul-siul kegirangan. Itu juga windfall profit. Layaknya hukum kekekalan energi (jieeh…suit…suit… padahal pas SMA dulu nilai IPA gue pas-pasan kok
, diantara yang profit selalu ada yang loss. Ketika negara-negara penghasil minyak bumi tersenyum riang, negeri pengimpor minyak pada manyun, tekor, nombok dan harus ngeluarin uang ekstra untuk beli minyak. Ketika eksportir Indonesia beriul-siul kegirangan, importir yang kudu merogoh kocek lebih dalam untuk mendapatkan dollar buat membayar pembeliannya pada terjengkang, mumet dan stress berat. Read the rest of this entry »
13 Comments |
Macroeconomics for Dummies |
Permalink
Posted by soyjoy76