They Call It Systemic Risk
December 23, 2009 at 11:26 am | In Macroeconomics for Dummies | 7 CommentsTags: bank century, systemic risk
Kamu Adalah Marketer
December 21, 2009 at 11:06 am | In Serius Tapi Santai | 20 CommentsTags: bank, KPR, marketer, oknum
Seorang teman lama saya berkunjung kekantor minggu lalu. Lantaran udah lama nggak ketemu, pembicaraan pun mengalir ngalor ngidul layaknya reuni kecil-kecilan. Setelah seperempat jam berlalu, teman ini kemudian mengutarakan tujuan utamanya mau ketemu saya. Ia ingin membeli rumah di Pekanbaru dengan cara Overkredit dari teman kantornya. Karena dia tahu saya kerja di bank, dia ingin minta pendapat saya soal KPR dan kemungkinan untuk ngambil KPR di bank tempat saya bekerja.
Oalah…unit tempat saya bekerja sebenarnya khusus untuk memproses kredit komersil alias kredit untuk modal kerja/ investasi perusahaan skala menengah-besar. Kredit untuk industri rumah tangga, KPR, kredit pemilikan mobil, kredit tanpa agunan semuanya dipusatkan di unit tersendiri yang lokasi gedungnya berbeda. Jadi, karena tak berkecimpung langsung menangani nasabah segmen ini, teknis detil pemberian KPR ini tak sepenuhnya saya kuasai. Tak urung saya jelaskan juga semampunya sambil ngasih tahu kalau permohonan KPR diprosesnya di unit lain. Continue reading Kamu Adalah Marketer…
The Haunted Container
December 14, 2009 at 10:41 am | In Santai | 25 CommentsBarak untuk staf kebun itu sepintas terlihat biasa saja. Sebenarnya itu hanyalah kontainer bekas yang disulap jadi tempat menginap para staf yang sedang meninjau kebun sawit yang luasnya mencapai 3.000 hektar itu. Jumlahnya ada 2 kontainer, yang masing-masing didalamnya diberi sekat sehingga jadi 2 ruangan, ruang tamu dan kamar tidur. Kontainer itu bahkan telah ada disana sejak saya pertama kali berkunjung ke kebun kelapa sawit itu kira-kira 2 tahun yang lalu. Setiap kali berkunjung dan setelah lelah melewati perjalanan selama 5 jam naik mobil dari Pekanbaru, saya selalu beristirahat di salah satu kontainer sambil tidur-tiduran dikamar.
Kamar itu tipikal kamar lelaki bujangan yang dipenuhi poster-poster wanita seronok plus sampul DVD porno yang bertebaran dilantai. Udara dingin yang seketika menusuk ketika saya memasuki kamar itu mulanya saya anggap adalah angin lembah yang memang biasa bertiup dikebun yang berbukit-bukit itu. Sampai saya mendengar cerita dari mas Tardjo (bukan nama sebenarnya lho..) yang membuat saya nggak berani mampir di kontainer itu lagi. Continue reading The Haunted Container…
Pembalasan Buaya
December 10, 2009 at 4:12 pm | In Santai | 13 CommentsSebelum anda membaca tulisan ini lebih lanjut, jangan membayangkan bahwa ini adalah tentang perseteruan ‘cicak’ dan ‘buaya’ yang menguasai pemberitaan media beberapa bulan terakhir ini. Tulisan ini memang masih menceritakan ‘buaya’ yang sama, namun dalam konteks yang lebih kecil.
Anda tahu permainan Kim? Ya, itu adalah permainan rakyat yang berkembang luas di wilayah Sumatera Barat, yang mirip dengan permainan Bingo. Permainan ini biasa dimainkan di malam menjelang pesta pernikahan, di acara reuni atau acara-acara lain yang mengumpulkan banyak orang di suatu tempat. Masing-masing peserta diberi satu lembar kertas berisi deretan angka acak dari 1-100 membentuk baris dan kolom, dimana masing-masingnya terdiri dari 5 angka. Permainan ini dipandu oleh host yang piawai bernyanyi sambil melawak. Musik dimainkan dengan organ tunggal dan mulailah host-nya bernyanyi jenaka sambil mengacak nomor yang tersedia didalam pot. Nomor yang terpilih akan diselipkan dalam syair yang dinyanyikan dan kalau anda nggak konsentrasi akan terdengar seolah-olah angka itu benar-benar bagian dari syair lagunya. Tugas peserta adalah mencocokkan nomor yang disebutkan dengan angka-angka di lembar kertasnya. Jika angka itu ada, maka ia akan menyilang/ melingkari angka tersebut. Demikian seterusnya sampai 5 angka dalam satu baris telah terpenuhi, maka andalah pemenangnya. Hadiah-hadiah menarik selalu mengiringi permainan Kim ini. Yang lebih heboh lagi, selalu ada grand price untuk peserta yang seluruh angka dalam lembar kertasnya telah terpenuhi. Seru, kocak dan merakyat. Continue reading Pembalasan Buaya…
How Superstitious Are You?
December 3, 2009 at 12:36 pm | In Uncategorized | 26 CommentsPosting ini terinspirasi dari postingan spooky yang ini. Untungnya pengalaman gue ketemu langsung sama penduduk dari ‘dunia lain’ cuma sekali. Makanya gue nggak berkompeten untuk cerita pengalaman ketemu sama wewe gombel, kuntilanak dan gerombolannya. Gue cuma lagi pengen sharing masalah superstitious alias tahyul. Suka atau tidak suka, sadar atau tidak sadar, sebagian dari kita pasti pernah memikirkannya, membicarakannya atau bahkan mempercayainya… Continue reading How Superstitious Are You?…
Soyjoy Anniversary
November 26, 2009 at 3:35 am | In Uncategorized | 27 CommentsApakah yang pantas dilakukan untuk memperingati Ulang Tahun Pertama sebuah Personal Blog? Banyak cara tentunya. Contohnya Bundo yang mengadakan Pesta Bagandang untuk memperingati Milad I Blog beliau. Atau Mbak Frozzy yang mengadakan perenungan sambil membongkar-bongkar isi kulkasnya. Hmm…sebenarnya tidak semua blogger menganggap penting tanggal pertama mereka melakukan posting, yang sering ditasbihkan sebagai hari lahirnya blog tersebut. Atau, tidak semua blogger mampu memaknai stepping stones dari perjalanan blog mereka, entah di tahun pertama, kedua, ketiga atau lebih lama lagi. Tapi tak urung akan selalu bermunculan posting-posting yang berisi renungan, relfeksi atau keriangan pada momen-momen ulang tahun blog mereka.
Meminjam istilah yang umum dipakai, Seleblog, alias selebriti dunia blog, saya (hah??? SAYA?? bukankah biasanya GUE??) sangat yakin bahwa blog ini bukanlah blog yang populer dan saya pun pastinya bukan selebblog. Apalagi meminjam kriteria yang ditetapkan mbak menye-menye disini, jelas saya bukan termasuk didalamnya. Tapi siapa sangka (dengan daya khayal mendadak tinggi
), saya hari ini dicegat oleh wartawan Blogtainment, yang dalam rangka Ulang Tahun Pertama Blog SOYJOY yang jatuh pada hari ini meminta kesempatan untuk wawancara, disela-sela kesibukan saya yang padat *halah, bo’ong!!*. Berikut petikan wawancaranya:
19 Nopember 2009
November 19, 2009 at 12:05 am | In Santai | 23 CommentsHari ini, dua tahun yang lalu aku menyaksikan hadirnya putraku, Muhammad Alif Diandra di muka bumi ini. Istriku, Dian memperjuangkannya selama hampir 20 jam melawan rasa sakit, sejak air ketuban itu mulai pecah tengah malam sebelumnya sampai akhirnya bayi mungil itu mengeluarkan tangis pertama di awal malam berikutnya. Perjuangan itu sendiri sebenarnya sudah berjalan sejak sembilan bulan sebelumnya, ketika Sang Khalik menitipkan bakal anakku di rahim ibunya. Ketika itulah aku dan isriku mulai menyadari, kami akan memasuki babak baru dalam kehidupan, yang belum pernah kami alami seumur hidup. Ada kebahagiaan dibalik amanah besar ini. Namun kami berdua juga menyadari, ini tidak akan mudah. Continue reading 19 Nopember 2009…
Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.



